Virus Marburg Sampai Saat Ini Belum Ada Obatnya, Waspada!
Sabtu, 14 Agustus 2021 - 11:38 WIB
loading...
Virus Marburg Sampai Saat Ini Belum Ada Obatnya, Waspada! Foto/ist.
A
A
A
JAKARTA - Virus Marburg sampai saat ini belum ada obatnya. Namun, beberapa studi tengah dikerjakan untuk melihat efektivitas pengobatan Ebola yang mungkin bisa diterapkan ke penyakit ini lantaran dianggap memiliki kesamaan.
Laporan WebMD menerangkan bahwa hingga saat ini tidak ada vaksin atau perawatan antivirus yang disetujui untuk penyakit yang dikenal sebagai Demam Berdarah Marburg (MHF) itu.
Meskipun mirip dengan Ebola, vaksin Ebola tidak akan bekerja melawan virus Marburg. "Tetapi perawatan suportif sering meningkatkan kelangsungan hidup. Ini termasuk rehidrasi dengan cairan oral atau IV dan pengobatan gejala tertentu," lapor WebMD dilansir Sabtu (14/8).
Para ahli terus mengembangkan antibodi monoklonal atau protein buatan manusia yang membantu sistem kekebalan bekerja lebih baik. Mereka juga meneliti obat antivirus seperti Favipiravir dan Remdesivir, yang digunakan dalam studi klinis Ebola, untuk melihat apakah mereka dapat membantu pengobatan virus Marburg.
Baca Juga : WHO Sebut Virus Marburg Mirip Ebola, 1 Kasus Kematian di Afrika Barat
Pada tahun 2020, European Medicines Agency (EMA) menyetujui vaksin Mvabea dan Zabdeno untuk digunakan melawan Ebola.
"Vaksin ini mungkin dapat melindungi orang dari virus Marburg, tetapi para ahli perlu melakukan uji klinis lebih lanjut untuk mengetahui dengan pasti," terang WebMD.
Virus Marburg merupakan penyakit yang disebabkan oleh kelelawar Rousettus yang hidup di gua, karena itu penambah ataupun orang yang hidup di gua sangat berisiko terpapar virus ini.
Penularan orang ke orang sudah terbukti, bahkan di Afrika , kasus kejadiannya sudah menyebar di seluruh benua. Cara penularan yang paling banyak terjadi adalah paparan cairan, darah, atau bahkan organ dan sekresi melalui kontak dekat dengan orang yang sudah terinfeksi.
Baca Juga : Mengenal Virus Marburg, Gejala, Penyebab dan Cara Penularan
Laporan WebMD menerangkan bahwa hingga saat ini tidak ada vaksin atau perawatan antivirus yang disetujui untuk penyakit yang dikenal sebagai Demam Berdarah Marburg (MHF) itu.
Meskipun mirip dengan Ebola, vaksin Ebola tidak akan bekerja melawan virus Marburg. "Tetapi perawatan suportif sering meningkatkan kelangsungan hidup. Ini termasuk rehidrasi dengan cairan oral atau IV dan pengobatan gejala tertentu," lapor WebMD dilansir Sabtu (14/8).
Para ahli terus mengembangkan antibodi monoklonal atau protein buatan manusia yang membantu sistem kekebalan bekerja lebih baik. Mereka juga meneliti obat antivirus seperti Favipiravir dan Remdesivir, yang digunakan dalam studi klinis Ebola, untuk melihat apakah mereka dapat membantu pengobatan virus Marburg.
Baca Juga : WHO Sebut Virus Marburg Mirip Ebola, 1 Kasus Kematian di Afrika Barat
Pada tahun 2020, European Medicines Agency (EMA) menyetujui vaksin Mvabea dan Zabdeno untuk digunakan melawan Ebola.
"Vaksin ini mungkin dapat melindungi orang dari virus Marburg, tetapi para ahli perlu melakukan uji klinis lebih lanjut untuk mengetahui dengan pasti," terang WebMD.
Virus Marburg merupakan penyakit yang disebabkan oleh kelelawar Rousettus yang hidup di gua, karena itu penambah ataupun orang yang hidup di gua sangat berisiko terpapar virus ini.
Penularan orang ke orang sudah terbukti, bahkan di Afrika , kasus kejadiannya sudah menyebar di seluruh benua. Cara penularan yang paling banyak terjadi adalah paparan cairan, darah, atau bahkan organ dan sekresi melalui kontak dekat dengan orang yang sudah terinfeksi.
Baca Juga : Mengenal Virus Marburg, Gejala, Penyebab dan Cara Penularan
(dra)
Lihat Juga :