Napas Bau? Waspada Bisa Jadi Gejala Diabetes Tipe 2
Selasa, 17 Agustus 2021 - 07:18 WIB
loading...
A
A
A
Jika Anda mulai kehabisan insulin, keton yang mengancam jiwa mulai menumpuk di dalam tubuh. Pasien diabetes harus secara teratur memeriksa kadar gula darah mereka dan ini penting jika mereka mengembangkan tanda-tanda ketoasidosis diabetik (DKA).
DKA adalah masalah serius yang dapat terjadi pada penderita diabetes jika tubuh mereka mulai kehabisan insulin. DKA terutama mempengaruhi orang-orang dengan diabetes tipe 1, tetapi terkadang dapat mempengaruhi orang-orang dengan diabetes tipe 2.
Anda bisa mengalami DKA jika memiliki gula darah tinggi atau hiperglikemia dan tingkat keton yang tinggi dalam darah atau urin. Gejala DKA meliputi buang air kecil lebih dari biasanya, merasa sangat haus, sakit, sakit perut dan napas yang berbau seperti permen buah pir, atau cat kuku.
Baca Juga : Tarif Baru Tes PCR Berlaku Mulai Besok, 17 Agustus 2021
Tetapi hanya karena memiliki bau mulut, atau bau napas berbeda dari biasanya, itu tidak selalu Anda menderita diabetes. Ini bisa jadi disebabkan oleh makan makanan yang sangat berbau hingga pedas. Pada kesempatan yang lebih jarang, bau mulut bisa disebabkan oleh tonsilitis atau refluks asam.
DKA adalah masalah serius yang dapat terjadi pada penderita diabetes jika tubuh mereka mulai kehabisan insulin. DKA terutama mempengaruhi orang-orang dengan diabetes tipe 1, tetapi terkadang dapat mempengaruhi orang-orang dengan diabetes tipe 2.
Anda bisa mengalami DKA jika memiliki gula darah tinggi atau hiperglikemia dan tingkat keton yang tinggi dalam darah atau urin. Gejala DKA meliputi buang air kecil lebih dari biasanya, merasa sangat haus, sakit, sakit perut dan napas yang berbau seperti permen buah pir, atau cat kuku.
Baca Juga : Tarif Baru Tes PCR Berlaku Mulai Besok, 17 Agustus 2021
Tetapi hanya karena memiliki bau mulut, atau bau napas berbeda dari biasanya, itu tidak selalu Anda menderita diabetes. Ini bisa jadi disebabkan oleh makan makanan yang sangat berbau hingga pedas. Pada kesempatan yang lebih jarang, bau mulut bisa disebabkan oleh tonsilitis atau refluks asam.
(dra)
Lihat Juga :