Keindahan Alam dan Kearifan Lokal yang Tersimpan di Desa Wisata Cangkuang Garut

Senin, 23 Agustus 2021 - 10:39 WIB
loading...
Keindahan Alam dan Kearifan...
Garut siap bangkit dari keterpurukan pandemi Covid-19 lewat pariwisata. Foto-Foto/MPI/M Sukardi/Biro Komunikasi Kemenparekraf
A A A
GARUT - Garut siap bangkit dari keterpurukan pandemi Covid-19. Desa Wisata Cangkuang yang berada di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut , Jawa Barat, diyakini Menteri Parwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno akan membangkitkan gairah wisata di daerah tersebut.

Desa Wisata Cangkuang Garut memiliki daya tarik tersendiri. Bukan hanya soal keindahan alam yang terhampar luas, tetapi kearifan lokal warga yang masih dipertahankan sampai sekarang, membuat lokasi wisata ini sangat menarik untuk disambangi.

Baca Juga: Memulihkan Pariwisata dengan Tinggal di Rumah Saja dan Susun Rencana Liburan bersama Mister Aladin

"Desa Wisata Cangkuang Garut memiliki daya tarik wisata seperti candi hingga setu atau danau yang berpotensi menggeliatkan kembali pariwisata dan ekonomi kreatif di Garut," kata Menteri Sandi saat berbicara di depan gerbang utama sebelum masuk area Candi Cangkuang, Minggu (22/8).

Menteri Sandi melanjutkan, daya tarik desa wisata ini akan dioptimalkan sebagai upaya kebangkitan ekonomi nasional berbasis desa wisata. "Kita harapkan desa wisata Cangkuang ini menjadi percontohan dan terbukti desa wisata ini menjadi percontohan bagi 4 desa wisata lain di Kecamatan Leles dan mampu memberikan 'multiplier effect' bagi masyarakat sekitar," ungkapnya.

Keindahan Alam dan Kearifan Lokal yang Tersimpan di Desa Wisata Cangkuang Garut


Nama Cangkuang diambil dari nama pohon Cangkuang yang ada di sekitar makam Embah Dalem Arif Muhammad. Pohon Cangkuang adalah sejenis pohon pandan (pandanus furcatus). Dulu, daunnya dimanfaatkan untuk membuat tudung, tikar, atau pembungkus gula aren.

Candi Cangkuang menjadi daya tarik yang ada di puncak Kampung Pulo. Pengunjung yang ingin melihat candi tersebut harus melalui setu (danau) menaiki rakit. Lokasi candi berada di pintu masuk kawasan cagar budaya sekitar 300 meter. Candi Cangkuang dikelilingi perairan dan seperti membentuk sebuah pulau kecil.

Keindahan Alam dan Kearifan Lokal yang Tersimpan di Desa Wisata Cangkuang Garut


Keindahan ini yang pasti tidak akan Anda dapatkan di tempat lain. Seperti yang dijelaskan di awal, kearifan warga lokal pun menjadi hal yang akan membuat Anda betah berlama-lama di sini. Terlebih jika Anda ingin berlibur dengan konsep 'local tourism'.

MNC Portal pun berhasil mewawancarai salah seorang warga Kampung Pulo Desa Wisata Cangkuang, yaitu Yayat, yang masih memegang teguh adat istiadat leluhurnya. Menurut keluarga Yayat, mereka hidup bersama adat dan alam di Desa Cangkuang sudah lama dan menghormati apa yang sudah digariskan leluhur.

Keindahan Alam dan Kearifan Lokal yang Tersimpan di Desa Wisata Cangkuang Garut


Baca Juga: Dua Desa di Majalengka Tembus 300 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

"Kami di sini memang seperti terasingkan dari dunia luar, tapi kami tak menutup mata atau membatasi diri dengan perubahan zaman. Meski begitu, aturan adat yang berlaku tetap kami jalankan sebagai bentuk kepatuhan kami sekaligus menjaga kearifan yang sudah dititipkan leluhur," kata anak perempuan Yayat.

Selain menikmati alam dan keramahan penduduk, Anda pun bisa memboyong banyak oleh-oleh dari sini. Mulai dari kerajinan tangan, produk kreatif masyarakat lokal seperti pot dari serabut kelapa, dan masih banyak lagi produk UMKM homemade yang sayang jika tidak diboyong pulang.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Raih Peringkat...
Indonesia Raih Peringkat 2 Dunia Destinasi Wisata Ramah Muslim Versi GMTI 2026
Kemenpar Siapkan Sistem...
Kemenpar Siapkan Sistem API untuk Saring Hotel dan Vila Ilegal di OTA
Konflik Timur Tengah...
Konflik Timur Tengah Ancam Pariwisata RI, Kemenpar Buka Pasar Baru di Asia dan Oceania
ANTX 2026 Perkuat Kolaborasi...
ANTX 2026 Perkuat Kolaborasi Industri Pariwisata Nusantara
Masa Depan Pariwisata...
Masa Depan Pariwisata Asia Pacific Ditentukan Kemampuan Membaca Perubahan Wisatawan
Target 17 Juta Wisman...
Target 17 Juta Wisman di Tengah Krisis Global, Menpar: Pariwisata Harus Adaptif!
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
MNC University dan Pemkab...
MNC University dan Pemkab Kotabaru Perkuat Kolaborasi, Luncurkan Aplikasi OPPKPKE dan Bahas Pengembangan Pariwisata
Pacu Daya Saing Pariwisata,...
Pacu Daya Saing Pariwisata, Kemenpar Dorong Kebijakan Bebas Visa Kunjungan
Rekomendasi
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Berita Terkini
Nonton Latihan Pestapora...
Nonton Latihan Pestapora Makassar Lebih Murah Pakai BRImo, Begini Cara Dapat Promonya!
Perjalanan Kereta Lebih...
Perjalanan Kereta Lebih Tenang, Ada Perlindungan untuk Keterlambatan dan Pembatalan
Serial My Chef In Crime...
Serial My Chef In Crime Segera Tayang di VISION+, Gabungkan Misteri Kriminal dengan Dunia Kuliner
PRIMARIA FEST Sukabumi...
PRIMARIA FEST Sukabumi 2026 Satukan Ribuan Penikmat Indonesian Bounce Music
Inovasi Bahan Masak...
Inovasi Bahan Masak Dorong Kreativitas Pelaku Industri Kuliner
Eksplorasi Menyeluruh...
Eksplorasi Menyeluruh Thailand: Keseruan Berwisata di Bangkok dan Pattaya
Infografis
Pau Cubarsi, Pemain...
Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved