Perokok 50 Kali Lipat Berisiko Idap Kanker Paru
Kamis, 26 Agustus 2021 - 22:12 WIB
loading...
A
A
A
Soal kematian akibat kanker paru, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi dan Onkologi Medik dr Ikhwan Rinaldi, Sp.PD-KHOM menerangkan bahwa 80%-nya adalah perokok.
"Jadi, perokok sangat berisiko tinggi alami kanker paru. Mereka memang tidak merasakan penyakitnya dalam waktu dekat, karena pembentukan sel kanker dalam tubuh memerlukan waktu yang panjang. Tapi, bisa kami katakan, 80% kematian akibat kanker paru itu adalah perokok," ungkapnya.
Perokok, sambung dr Ikhwan, memiliki risiko terkena kanker paru sebesar 20-50 kali lipat dibandingkan mereka yang tidak merokok. "Sayangnya, perokok pasif pun kena imbasnya, meski mereka hanya 20-30 kali lipat berisiko kanker paru. Namun, ini sesuatu yang harus diatasi dan dapat dicegah," katanya.
Selain rokok, penyebab kanker paru lain ialah diet tinggi daging merah yang diolah sangat matang, paparan radon, paparan asbes, paparan zat di tempat kerja seperti radioaktif, juga air yang mengandung arsen.
"Overdose suplemen yang mengandung beta karoten juga meningkatkan faktor risiko seseorang mengembangkan kanker paru. Oleh karena itu, konsumsi suplemen harus sangat bijak dan sesuai anjuran ahli," papar dr Ikhwan.
"Jadi, perokok sangat berisiko tinggi alami kanker paru. Mereka memang tidak merasakan penyakitnya dalam waktu dekat, karena pembentukan sel kanker dalam tubuh memerlukan waktu yang panjang. Tapi, bisa kami katakan, 80% kematian akibat kanker paru itu adalah perokok," ungkapnya.
Perokok, sambung dr Ikhwan, memiliki risiko terkena kanker paru sebesar 20-50 kali lipat dibandingkan mereka yang tidak merokok. "Sayangnya, perokok pasif pun kena imbasnya, meski mereka hanya 20-30 kali lipat berisiko kanker paru. Namun, ini sesuatu yang harus diatasi dan dapat dicegah," katanya.
Selain rokok, penyebab kanker paru lain ialah diet tinggi daging merah yang diolah sangat matang, paparan radon, paparan asbes, paparan zat di tempat kerja seperti radioaktif, juga air yang mengandung arsen.
"Overdose suplemen yang mengandung beta karoten juga meningkatkan faktor risiko seseorang mengembangkan kanker paru. Oleh karena itu, konsumsi suplemen harus sangat bijak dan sesuai anjuran ahli," papar dr Ikhwan.
Lihat Juga :