Perokok 50 Kali Lipat Berisiko Idap Kanker Paru

Kamis, 26 Agustus 2021 - 22:12 WIB
loading...
Perokok 50 Kali Lipat...
Rokok merupakan salah satu biang keladi penyakit kanker paru. Foto Ilustrasi/Lifelinescreening.com
A A A
JAKARTA - Rokok merupakan salah satu biang keladi penyakit kanker paru. Semakin tinggi Anda mengonsumsi rokok harian, semakin besar pula kemungkinan Anda mengalami kanker paru.

Peringatan yang ada di kemasan rokok pun jelas diabaikan perokok. Ancaman kanker hingga kematian dianggap sekadar peringatan basa-basi bagi sebagian perokok dan itu terbukti dari masih tingginya angka perokok di Indonesia.

Baca Juga: Tips Agar WFH Tak Turunkan Performa Kerja, Budayakan Sistem Remote

Menurut data International Agency for Research on Cancer tahun 2020, kasus kanker paru di Indonesia menduduki posisi 3 teratas, dengan total pasien 34.783 kasus baru. Mirisnya, penyakit ini banyak menggugurkan pasien, yaitu 30.843 kematian akibat kanker paru.

Artinya, kematian akibat kanker paru sangat tinggi. "Sederhananya, dalam setahun, yang tersisa hanya 3-4 orang per 100 pasien," terang Prof Aru Sudoyo, Ahli Penyakit Dalam Konsultan Hematologi dan Onkologi Medik dalam webinar Hari Kanker Paru Sedunia 2021, Kamis (26/8).

Soal kematian akibat kanker paru, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi dan Onkologi Medik dr Ikhwan Rinaldi, Sp.PD-KHOM menerangkan bahwa 80%-nya adalah perokok.

"Jadi, perokok sangat berisiko tinggi alami kanker paru. Mereka memang tidak merasakan penyakitnya dalam waktu dekat, karena pembentukan sel kanker dalam tubuh memerlukan waktu yang panjang. Tapi, bisa kami katakan, 80% kematian akibat kanker paru itu adalah perokok," ungkapnya.

Perokok, sambung dr Ikhwan, memiliki risiko terkena kanker paru sebesar 20-50 kali lipat dibandingkan mereka yang tidak merokok. "Sayangnya, perokok pasif pun kena imbasnya, meski mereka hanya 20-30 kali lipat berisiko kanker paru. Namun, ini sesuatu yang harus diatasi dan dapat dicegah," katanya.

Selain rokok, penyebab kanker paru lain ialah diet tinggi daging merah yang diolah sangat matang, paparan radon, paparan asbes, paparan zat di tempat kerja seperti radioaktif, juga air yang mengandung arsen.

"Overdose suplemen yang mengandung beta karoten juga meningkatkan faktor risiko seseorang mengembangkan kanker paru. Oleh karena itu, konsumsi suplemen harus sangat bijak dan sesuai anjuran ahli," papar dr Ikhwan.

Bagaimana dengan rokok elektrik?

Diterangkan dr Ikhwan, sejauh ini penelitian yang dilakukan menunjukkan hasil bahwa rokok elektrik pun bisa menjadi faktor risiko terbentuknya sel kanker paru.

Baca Juga: Pentingnya Lakukan Tes Covid-19 Secara Berkala, Ini Penjelasan Prof Amin Soebandrio

"Penelitian dilakukan pada mencit yang terpajan rokok elektrik selama 54 minggu menunjukkan berkembangnya adenokarsinoma paru dengan hasil 9 dari 40 mencit atau 22,5%," ungkapnya.

Merokok elektrik dan cairan vaping berisi onkogen termasuk nikotin dan turunannya (nitros nikotin, keton nitrosamin), lalu polisiklik aromatik hidrokarbon, dan logam berat, juga jadi penyebab kanker paru.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fakta Mengejutkan! Keluarga...
Fakta Mengejutkan! Keluarga Miskin Lebih Banyak Beli Rokok daripada Lauk-Pauk
Meski Sudah Dinyatakan...
Meski Sudah Dinyatakan Sembuh Kanker Bisa Muncul Lagi, Ini Penjelasan Dokter
Kasus Kanker Paru di...
Kasus Kanker Paru di Usia Muda Meningkat, Imunoterapi dan Deteksi Dini Jadi Solusi
Deteksi Kanker Kini...
Deteksi Kanker Kini Lebih Canggih: AI Dukung Keputusan Terapi Lebih Tepat
Waspada! Risiko Kanker...
Waspada! Risiko Kanker Mengintai di Balik Lezatnya Daging Olahan
Pesan Menkes BGS untuk...
Pesan Menkes BGS untuk Perempuan: Jangan Mau Sama Cowok Perokok
Produk Tembakau Alternatif,...
Produk Tembakau Alternatif, Guru Besar Unpad: Bukan Pintu Masuk bagi Non-Perokok
Cari Tahu Tentang Kantong...
Cari Tahu Tentang Kantong Nikotin ZYN, Produk Alternatif Bebas Asap Tanpa Perangkat
Kebijakan Cukai Rokok...
Kebijakan Cukai Rokok Picu Fenomena Downtrading
Rekomendasi
Anggota Polri yang Duduki...
Anggota Polri yang Duduki Jabatan di Luar Struktur Tak Perlu Mundur selama Penugasan Negara
Kejar Target Jadi Ibu...
Kejar Target Jadi Ibu Kota Negara pada 2028, Otorita IKN Usul Tambahan Rp15,5 Triliun
Prabowo dan Jusuf Kalla...
Prabowo dan Jusuf Kalla Bahas Isu Global hingga Swasembada Energi
Berita Terkini
Paula Verhoeven Dicecar...
Paula Verhoeven Dicecar 30 Pertanyaan soal Kasus Hanania Group, Ini Pengakuannya!
Jalani Pengajian dan...
Jalani Pengajian dan Siraman, Jennifer Coppen Tampil Anggun dengan Makeup Soft Glam
Dirjen Imigrasi Ungkap...
Dirjen Imigrasi Ungkap Alasan Tyo Nugros Dicekal ke Malaysia
5 Artis Indonesia yang...
5 Artis Indonesia yang Bermasalah Soal Hak Asuh Anak usai Bercerai
ARMY Syok! Harga Hotel...
ARMY Syok! Harga Hotel di Busan Naik hingga 10 Kali Lipat Jelang Konser BTS
Perjuangan Ayu Ting...
Perjuangan Ayu Ting Ting Demi War Tiket BTS, Sampai Buka Dua HP Bareng Vicky Shu
Infografis
Demo Besar Guncang AS...
Demo Besar Guncang AS di 1.200 Lokasi dan 50 Negara Bagian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved