Kenyang Makan Asam Garam, Hendri Saputra Tumbuh Jadi Sosok yang Tangguh
Sabtu, 28 Agustus 2021 - 23:11 WIB
loading...
A
A
A
Pria 32 tahun itu sempat mencoba berbisnis budidaya ikan dengan modal menggadaikan motor bibinya. Dengan modal seadanya, dia memulai bisnisnya, namun kurang berhasil. Berbagai bisnis dia coba, seperti jual kelapa, rental PS dan banyak lagi, namun dia tetap kurang beruntung.
Tahun 2010, merupakan momen yang menyegarkan bagi Hendri. Berbekal ilmu dari kawannya, di tahun tersebut dia memberanikan diri memulai bisnis di bidang properti. Saat itu Hendri hanya membawa niat kuat, sementara modal yang dia punya hanya Rp1 juta dari hasil pinjaman ke kawan.
"Modal Rp1 juta itu saya pakai untuk bayar DP tanah. Harga tanah Rp160 juta saat itu. Sisanya saya bayarkan ketika sudah mendapatkan investor. Dari situ saya gencar mencari investor sampai ratusan saya tawarkan kebanyakan menolak. Saya hampir putus asa tapi tidak boleh berhenti begitu saja," bebernya.
Hingga akhirnya ada kawan yang berminat menjadi investornya. Dia kembali semangat dan langsung mengeksekusi tanah tersebut dengan membangun perumahan yang saat itu hanya empat unit.
Sejak saat itu, bisnis propertinya semakin berkembang hingga menjadi ratusan rumah. Pencapaiannya ini membuatnya menjadi salah satu developer termuda sukses di Pontianak pada masa itu.
Tapi rupanya Hendri belum sampai pada puncak kesuksesan. Tahun 2015, saat sektor properti melemah, dia malah tertipu karyawannya sendiri dengan kerugian mencapai Rp5 miliar. Kasus tersebut berdampak keangkrutan bagi bisnisnya. Dia pun harus menjual aset-asetnya termasuk rumah tinggalnya untuk membayar utang.
Tahun 2010, merupakan momen yang menyegarkan bagi Hendri. Berbekal ilmu dari kawannya, di tahun tersebut dia memberanikan diri memulai bisnis di bidang properti. Saat itu Hendri hanya membawa niat kuat, sementara modal yang dia punya hanya Rp1 juta dari hasil pinjaman ke kawan.
"Modal Rp1 juta itu saya pakai untuk bayar DP tanah. Harga tanah Rp160 juta saat itu. Sisanya saya bayarkan ketika sudah mendapatkan investor. Dari situ saya gencar mencari investor sampai ratusan saya tawarkan kebanyakan menolak. Saya hampir putus asa tapi tidak boleh berhenti begitu saja," bebernya.
Hingga akhirnya ada kawan yang berminat menjadi investornya. Dia kembali semangat dan langsung mengeksekusi tanah tersebut dengan membangun perumahan yang saat itu hanya empat unit.
Sejak saat itu, bisnis propertinya semakin berkembang hingga menjadi ratusan rumah. Pencapaiannya ini membuatnya menjadi salah satu developer termuda sukses di Pontianak pada masa itu.
Tapi rupanya Hendri belum sampai pada puncak kesuksesan. Tahun 2015, saat sektor properti melemah, dia malah tertipu karyawannya sendiri dengan kerugian mencapai Rp5 miliar. Kasus tersebut berdampak keangkrutan bagi bisnisnya. Dia pun harus menjual aset-asetnya termasuk rumah tinggalnya untuk membayar utang.
Lihat Juga :