Dorong Kreativitas untuk Kembangkan Kuliner Kekinian, Mondelez Inisiasi Pelatihan bagi UMKM
Jum'at, 03 September 2021 - 00:23 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu menurut President Director Mondelez Indonesia Prashant Peres, kehadiran inisiatif #DukungUMKMKuliner merupakan salah satu tanggung jawab sosial perusahaannya untuk membagikan pengetahuan terkait tren kekinian dunia kuliner, utamanya camilan dan dessert, kepada para pelaku bisnis kuliner UMKM.
Kebiasaan masyarakat mengonsumsi kuliner atau camilan kini telah menjadi bagian dari gaya hidup. Hal ini didukung oleh hasil survei konsumen Mondelez International The State of Snacking 2020 yang menyebutkan bahwa pandemi telah meningkatkan kebiasaan ngemil masyarakat Indonesia. Selain itu, terungkap juga bahwa 77% responden mencari makanan baru selama pandemi dan 54% mendapatkan ide makanannya dari media sosial.
“Dari sisi bisnis, tren tersebut tentu menjadi peluang tersendiri bagi pelaku UMKM kuliner untuk terus mengembangkan usahanya, termasuk membuka peluang dari media sosial,” ujar Prashant.
Sejalan dengan hasil survei itu, Fatmah Bahalwan selaku Chef dan Penggiat UMKM Kuliner mengamati bahwa kuliner kekinian menjadi salah satu yang semakin digemari masyarakat. Kuliner kekinian dapat diasosiasikan sebagai kuliner baru dan menarik yang populer di sosial media, yang sering kali menambahkan bahan-bahan yang memang sudah populer seperti keju atau cokelat.
“Dengan didukung ide kreatif, bahan makanan yang sederhana bisa menjadi istimewa, sehingga meningkatkan peluang peningkatan harga jualnya. Salah satu tips meningkatkan kelas kuliner menjadi kekinian adalah memadukannya dengan bahan-bahan populer berkualitas tinggi yang sudah pasti disukai masyarakat," papar Fatmah.
Kebiasaan masyarakat mengonsumsi kuliner atau camilan kini telah menjadi bagian dari gaya hidup. Hal ini didukung oleh hasil survei konsumen Mondelez International The State of Snacking 2020 yang menyebutkan bahwa pandemi telah meningkatkan kebiasaan ngemil masyarakat Indonesia. Selain itu, terungkap juga bahwa 77% responden mencari makanan baru selama pandemi dan 54% mendapatkan ide makanannya dari media sosial.
“Dari sisi bisnis, tren tersebut tentu menjadi peluang tersendiri bagi pelaku UMKM kuliner untuk terus mengembangkan usahanya, termasuk membuka peluang dari media sosial,” ujar Prashant.
Sejalan dengan hasil survei itu, Fatmah Bahalwan selaku Chef dan Penggiat UMKM Kuliner mengamati bahwa kuliner kekinian menjadi salah satu yang semakin digemari masyarakat. Kuliner kekinian dapat diasosiasikan sebagai kuliner baru dan menarik yang populer di sosial media, yang sering kali menambahkan bahan-bahan yang memang sudah populer seperti keju atau cokelat.
“Dengan didukung ide kreatif, bahan makanan yang sederhana bisa menjadi istimewa, sehingga meningkatkan peluang peningkatan harga jualnya. Salah satu tips meningkatkan kelas kuliner menjadi kekinian adalah memadukannya dengan bahan-bahan populer berkualitas tinggi yang sudah pasti disukai masyarakat," papar Fatmah.
Lihat Juga :