Fashion Show 7 Desainer Indonesia di KJRI New York
Sabtu, 11 September 2021 - 17:39 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Potret Jennie BLACKPINK Jadi Model Calvin Klein, Seksi Banget
Fashion Show dimulai dengan penampilan audio dan visual Tarawangsa dari Kampoeng Tjibarani Bandung, yang melambangkan upacara untuk menyambut kedatangan Dewi Sri (Sri Pohaci) yang dikenal sebagai Dewi Pertanian. Visualisasi Dewi Sri ditampilkan melalui gaun rancangan desainer Joni Permana yang bernuansa gelap yang elegan dipadukan dengan corak keemasan laksana padi yang siap dipanen. Corak ini merefleksikan masyarakat Jawa Barat yang agraris dan peduli terhadap alam lingkungannya.
Acara dilanjutkan dengan penampilan Batik corak Borneo karya designer Indah Darry, dilanjutkan dengan penampilan busana dengan corak Batik Penari Bali dari designer Tari Made. Busana rancangan Tari Made mengkombinasikan model busana modern seperti Hoodie dengan corak Batik Penari Bali, melalui perpaduan warna-warna terang, namun tetap memperhatikan pakem batik yang ada.
![Fashion Show 7 Desainer Indonesia di KJRI New York]()
Sementara itu, penampilan busana karya desainer Theodora Matrutty de Lima yang ditampilkan dalam NYIFW didominasi oleh kain tenun dengan desain yang terinspirasi oleh kearifan lokal dan alam daerah Maluku, yang kaya akan sumber daya laut seperti perikanan dan kerang-kerangan. Selanjutnya, designer Novi Palluch menampilkan busana santai dengan perpaduan warna cerah seperti biru muda, kuning, dan coklat muda yang cocok digunakan di saat musim panas.
Acara ditutup dengan penampilan desain khusus Batik Papua dari Dr. Rosaline Rumaseuw by Indah Darry. Motif Batik Papua rancangan Indah Darry hadir dengan desain khusus yang mengakomodir elemen-elemen kekayaan dan kekhasan bumi dan budaya Papua dari 7 (tujuh) wilayah adat di Papua dalam satu kemasan kreasi motif Batik yang banyak memperoleh perhatian peserta.
Fashion Show dimulai dengan penampilan audio dan visual Tarawangsa dari Kampoeng Tjibarani Bandung, yang melambangkan upacara untuk menyambut kedatangan Dewi Sri (Sri Pohaci) yang dikenal sebagai Dewi Pertanian. Visualisasi Dewi Sri ditampilkan melalui gaun rancangan desainer Joni Permana yang bernuansa gelap yang elegan dipadukan dengan corak keemasan laksana padi yang siap dipanen. Corak ini merefleksikan masyarakat Jawa Barat yang agraris dan peduli terhadap alam lingkungannya.
Acara dilanjutkan dengan penampilan Batik corak Borneo karya designer Indah Darry, dilanjutkan dengan penampilan busana dengan corak Batik Penari Bali dari designer Tari Made. Busana rancangan Tari Made mengkombinasikan model busana modern seperti Hoodie dengan corak Batik Penari Bali, melalui perpaduan warna-warna terang, namun tetap memperhatikan pakem batik yang ada.

Sementara itu, penampilan busana karya desainer Theodora Matrutty de Lima yang ditampilkan dalam NYIFW didominasi oleh kain tenun dengan desain yang terinspirasi oleh kearifan lokal dan alam daerah Maluku, yang kaya akan sumber daya laut seperti perikanan dan kerang-kerangan. Selanjutnya, designer Novi Palluch menampilkan busana santai dengan perpaduan warna cerah seperti biru muda, kuning, dan coklat muda yang cocok digunakan di saat musim panas.
Acara ditutup dengan penampilan desain khusus Batik Papua dari Dr. Rosaline Rumaseuw by Indah Darry. Motif Batik Papua rancangan Indah Darry hadir dengan desain khusus yang mengakomodir elemen-elemen kekayaan dan kekhasan bumi dan budaya Papua dari 7 (tujuh) wilayah adat di Papua dalam satu kemasan kreasi motif Batik yang banyak memperoleh perhatian peserta.

Lihat Juga :