Dukung Kesehatan Mental Anak dengan Bibir Sumbing, Setop Meruntung Mereka!

Sabtu, 11 September 2021 - 10:42 WIB
loading...
Dukung Kesehatan Mental...
Tim Smile Train Indonesia bersama Hanlie Muliani, M.Psi, Psikolog Klinis dari Sahabat Orang Tua & Anak (tengah). Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Satu dari 700 bayi di Indonesia terlahir dengan kondisi sumbing dan atau mengalami celah langit-langit mulut. Jika tak segera ditangani, kondisi tersebut tak hanya berpotensi memberi dampak pada fisik, tapi juga psikis.

Tidak jarang anak-anak dengan bibir sumbing ataupun celah langit-langit mulut menjadi korban bullying dan mengalami penolakan dari lingkungan terdekat. Hal ini tentu akan berdampak pada terpuruknya rasa percaya diri anak. Bahkan tak jarang anak merasa cemas dan menyerah terhadap masa depannya.

Baca Juga: Kemenkes: CT Value Tidak Bisa Dijadikan Dasar Penentu Varian Virus Corona

Kepedulian terhadap anak-anak dengan bibir sumbing dan atau celah langit-langit mulut inilah yang terus disuarakan oleh Smile Train Indonesia. Sebagai organisasi nirlaba terbesar di dunia yang memberikan perawatan sumbing komprehensif kepada anak-anak, Smile Train mengajak masyarakat untuk mendukung penghentian perundungan atau bullying yang kerap terjadi, dengan meluncurkan kampanye Stop Bullying Bibir Sumbing! melalui video yang menunjukkan urgensi penanganan komprehensif terhadap kondisi bibir sumbing, termasuk dukungan psikologis yang berpengaruh terhadap kesehatan mental.

“Karena ada perbedaan fisik, anak dengan bibir sumbing dan atau celah langit-langit mulut mengalami dampak psikis yang bisa berasal dari dalam maupun dari luar dirinya. Misalnya merasa tidak seberuntung anak-anak lain, merasa diperlakukan tidak adil hingga mengalami penolakan dari lingkungan sekitar berupa intimidasi, ejekan, bahkan pengucilan," papar Psikolog Klinis dari Sahabat Orang Tua & Anak Hanlie Muliani dalam media briefing virtual bertema Stop Bullying Bibir Sumbing - Lindungi Kesehatan Mental Mereka, Jumat (10/9/2021).

Hanlie mensinyalir, perlakuan negatif tersebut dikarenakan kurangnya pemahaman masyarakat tentang bibir sumbing dan bagaimana kita harus menyikapinya. Jika dibiarkan terus-menerus, si anak akan merasa minder, putus asa, dan kecewa dengan kehidupannya. Oleh karena itu, tindakan operasi juga perlu disertai dengan penanganan komprehensif yang meliputi pendampingan psikologis, baik kepada pasien maupun keluarganya.

"Ajakan untuk Stop Bullying Bibir Sumbing! adalah sesuatu yang baik dan perlu kita laksanakan secara konsisten,” ujar Hanlie, yang lembaganya memang bermitra dengan Smile Train Indonesia.

Secara alami, kondisi bibir sumbing dan atau celah langi-langit mulut berpotensi membawa dampak fisik seperti kesulitan bicara, makan, dan bernapas sehingga penanganannya harus dilakukan sedini mungkin. Pada pendampingan psikologis, penting untuk ditanamkan pula bahwa harga diri manusia tidak hanya diukur melalui tampilan fisik, namun pikiran, hati, serta perbuatannya.

Country Manager Smile Train Indonesia Deasy Larasati mengatakan, ketika anak terlahir dengan kondisi tersebut, orangtua jangan lantas berkecil hati apalagi melakukan penolakan. Sebab, kondisi sumbing dan celah langit-langit mulut sebenarnya bisa diperbaiki sejak dini.

"Orangtua jangan takut. Fokus saja pada penambahan berat badan anak, supaya ketika dia berusia 3 bulan beratnya sudah mencapai 5 kg. Ini menjadi syarat untuk dilakukan operasi bibir sumbing. Kalau untuk celah langit, operasi bisa dilakukan kalau berat badan anak di usia 10 bulan sudah mencapai 10 kg," papar Deasy.

Lewat video kampanye Stop Bullying Bibir Sumbing!, Smile Train Indonesia ingin menggugah dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan mental anak yang mengalami bibir sumbing dan atau celah langit-langit mulut.

“Kisah para pasien yang kerap mendapat perundungan atau pengucilan di lingkungan mereka selalu membuat kami tersentuh. Untuk itu, kami melihat pentingnya upaya nyata untuk meluruskan pola pikir ini melalui edukasi kepada keluarga pasien dan masyarakat luas, serta dimulainya kampanye Stop Bullying Bibir Sumbing!" papar Deasy.

Baca Juga: Antisipasi Varian Mu Covid-19 Masuk ke Indonesia, Ini 7 Strategi Kemenkes

"Melalui kampanye ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk menghentikan segala bentuk bullying kepada mereka yang memiliki kondisi bibir sumbing dan atau celah langit-langit mulut. Mari kita sama-sama lindungi senyum dan kesehatan mental mereka untuk memberikan mereka masa depan yang lebih cerah,” lanjutnya.

Sejak 2002, Smile Train Indonesia telah memberikan operasi gratis kepada lebih dari 95.000 anak di Nusantara. Smile Train mengusung program Comprehensive Cleft Care (CCC) yang meliputi edukasi memahami kondisi sumbing, operasi, pelayanan terapi wicara, hingga konseling dan dukungan kesehatan mental yang diberikan oleh Smile Train Indonesia bersama para mitra secara gratis.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harapan untuk Senyum...
Harapan untuk Senyum Baru, Layanan Sumbing Gratis Diperkuat
Awkarin Geram, Dibully...
Awkarin Geram, Dibully Fisik oleh Geng Reza Arap
Istri Pandji Pragiwaksono...
Istri Pandji Pragiwaksono Geram Putranya Di-bully: Hadapin Gue Langsung!
Dalami Peran di Qorin...
Dalami Peran di Qorin 2, Fedi Nuril Bayangkan Anaknya Jadi Korban Bully
Jadi Target Bullying...
Jadi Target Bullying Gara-Gara QR Code! Nonton Microdrama Scan Gue Kalo Berani di VISION+
Bikin Haru, Ibu Timothy...
Bikin Haru, Ibu Timothy Anugerah Maafkan Perundung Putranya
Polisi Harus Usut Mendalam...
Polisi Harus Usut Mendalam Korban Perundungan dan Tersengat Listrik di Jakpus
Kasus Bocah 6 Tahun...
Kasus Bocah 6 Tahun Dibully dan Disetrum ke Tiang Listrik hingga Koma, Cuma 1 Pelaku Ditahan Polisi
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
Rekomendasi
Bahlil Mengakui Pembangkit...
Bahlil Mengakui Pembangkit PLN Kekurangan Suplai Batu Bara Medium
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Berita Terkini
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Komunikasi Terbuka Jadi...
Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan yang Lebih Sehat
Tubuh yang Sehat dan...
Tubuh yang Sehat dan Percaya Diri lewat Pendekatan Medis Holistik
Daya Tarik Menarik Thailand:...
Daya Tarik Menarik Thailand: Eksplorasi Kota Bangkok dan Keindahan Pesisir Pattaya
5 Alasan See You at...
5 Alasan See You at Work Tomorrow Jadi Drakor Romansa Kantor yang Dinantikan
Dituding Bergantung...
Dituding Bergantung pada Lesti Kejora, Rizky Billar Beberkan Rumah Cash dan Aset Miliknya
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved