Curahan Hati Penyanyi Dangdut Rembang Terdampak Pandemi COVID-19

loading...
Curahan Hati Penyanyi Dangdut Rembang Terdampak Pandemi COVID-19
Penyanyi dangdut di Kabupaten rembang saat masih manggung sebelum pandemi COVID-19. FOTO/DOK.Monata
A+ A-
REMBANG - Penyanyidan musisi, termasuk bagian dari kelompok masyarakat terdampak pandemi COVID-19. Terhitung sejak Maret 2020, kepolisian menghentikan sementara pemberian izin keramaian, sehingga para pekerja seni itu tidak bisa bekerja.

Ahmad Tofa, seorang tukang kendang warga Desa Sambiyan, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang menyatakan, kondisi saat ini berubah total. Dahulu, ketika musim "mantenan", dalam sebulan bisa pentas di 60 lokasi atau bahkan lebih. Namun sekarang nihil karena larangan berkerumun di tengah pandemi COVID-19.

"Tentu terdampak sekali, karena nggak bisa aktivitas seperti biasa. Sekarang nganggur di rumah saja. Tukang sound system, tratak, panggung, juga mengalami hal yang sama," kata Tofa, Senin, (1/6/2020).(Baca juga: Lewat Lagu, Jose Arman Ajak Pendengar Semangat Hadapi Persoalan)

Ia sebenarnya memiliki pekerjaan sambilan sebagai sopir travel. Namun bisnis travel juga terhenti, lantaran sangat jarang ada warga bepergian ke luar daerah.



Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Tofa harus meminjam ke beberapa rekannya. Sedangkan bantuan sosial dari pemerintah, keluarganya sampai sekarang belum mendapatkan. "Alhamdulilah sampai saat ini utangnya semakin bertambah, ya pinjem sama temen-temen, mau gimana lagi. Bantuan kebetulan belum dapat, mau nyopir travel ini juga nggak bisa, karena sepi. Cuma bisa berdoa, semoga COVID-19 lekas berlalu," katanya lirih.

Hal senada diungkapkan Anggi, seorang penyanyi warga Kelurahan Magersari, Rembang. Saat ini ia lebih banyak berdiam diri di rumah, karena sejak 25 Maret 2020 lalu, semua job pentas dibatalkan. "Dulu kalau pas musim Lebaran seperti ini nggak pernah di rumah mas, karena banyak jadwal manggung, tapi sekarang di rumah terus," katanya.

Disinggung mengenai bantuan, ia bersama rekan-rekannya sempat mendaftar melalui pengurus Persatuan Artis Musisi Melayu Dangdut Indonesia (PAMMI) Kabupaten Rembang. Namun sejauh ini belum ada informasi seputar bantuan sosial dari pemerintah. Guna mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, Anggi mengaku sementara mengandalkan uang tabungan.



"Daftarnya online, kemudian mau disetor ke Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata, tapi nggak tahu bagaimana akhirnya (bantuan)," kata Anggi.

Anggi berharap ada solusi bagi kalangan musisi maupun penyanyi, karena dampak COVID-19 sangat terasa.
"Mungkin nggak mudah ya untuk ngilangin COVID-19, semisal kita bisa bekerja dengan tetap memenuhi protokol dari pemerintah. Setidaknya orang punya gawe meski hanya kecil-kecilan, bisa lah. Biar ada pemasukan dikit-dikit, nggak apa-apa," katanya.

Sementara itu, Kapolres Rembang AKBP Dolly A Primanto menanggapi pihaknya belum akan mengeluarkan izin keramaian, dalam waktu dekat ini. Polres akan menunggu informasi dari Pemkab Rembang terkait rencana pemberlakuan new normal.

"Sampai saat ini belum ada surat edaran Bupati untuk menuju new normal. Jadi kami sebatas menunggu informasi Pemkab, lagi pula ini kan masih mencermati perkembangan yang terjadi," katanya.
(abd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top