Jaga Ketahanan Pangan dengan Mengurangi Limbah Makanan
Rabu, 29 September 2021 - 14:21 WIB
loading...
Sisa-sisa makanan yang tidak dikonsumsi kerap menjadi sampah yang disia-siakan. / Foto: ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Sisa-sisa makanan yang tidak dikonsumsi kerap menjadi sampah yang disia-siakan. Limbah tersebut pada akhirnya hanya memiliki tiga nasib akhir.
Pertama, menggunung dan perlahan berubah menjadi gas metana (gas rumah kaca) yang memperparah tingkat pemanasan global. Kedua, berakhir mengotori dan menjadi polusi di laut yang membahayakan biota laut.
Terakhir, limbah tersebut diolah oleh pemerintah dengan cara memindahkan, membakar, dan menghancurkan limbah makanan.
Namun, untuk mengolah limbah tersebut, pemerintah perlu mengeluarkan biaya Rp5,4 juta setiap satu ton-nya. Untuk mengatasi problematika tersebut, tak hanya usaha dari industri penghasil makanan yang perlu melakukan kontrol produksi dan distribusi, namun, usaha dari setiap individu juga sangat berarti.
Baca juga: Resep Bubur Ayam Kaki Lima, Enak dan Gurih untuk Sarapan
Corporate Brand Manager Kirin, Eka Arli Chandra mengatakan, Kirin SisaBisa merupakan rangkaian acara dari Kirin untuk mengingatkan masyarakat jika makanan yang tersisa dari dapur tidak perlu terbuang sia-sia dan berakhir menjadi limbah makanan. Melainkan, makanan tersebut dapat diolah kembali menjadi hidangan baru.
"Mengurangi limbah makanan merupakan salah satu cara untuk menjaga ketahanan pangan. Event Kirin SisaBisa ini diharapkan dapat memberi kesadaran dan pengetahuan kepada masyarakat mengenai upaya yang bisa kita lakukan untuk mengurangi limbah makanan, yakni dengan memanfaatkan makanan sisa di dapur untuk diolah kembali menjadi hidangan baru yang kaya rasa," kata Eka melalui keterangannya, Rabu (29/9/2021).
Pertama, menggunung dan perlahan berubah menjadi gas metana (gas rumah kaca) yang memperparah tingkat pemanasan global. Kedua, berakhir mengotori dan menjadi polusi di laut yang membahayakan biota laut.
Terakhir, limbah tersebut diolah oleh pemerintah dengan cara memindahkan, membakar, dan menghancurkan limbah makanan.
Namun, untuk mengolah limbah tersebut, pemerintah perlu mengeluarkan biaya Rp5,4 juta setiap satu ton-nya. Untuk mengatasi problematika tersebut, tak hanya usaha dari industri penghasil makanan yang perlu melakukan kontrol produksi dan distribusi, namun, usaha dari setiap individu juga sangat berarti.
Baca juga: Resep Bubur Ayam Kaki Lima, Enak dan Gurih untuk Sarapan
Corporate Brand Manager Kirin, Eka Arli Chandra mengatakan, Kirin SisaBisa merupakan rangkaian acara dari Kirin untuk mengingatkan masyarakat jika makanan yang tersisa dari dapur tidak perlu terbuang sia-sia dan berakhir menjadi limbah makanan. Melainkan, makanan tersebut dapat diolah kembali menjadi hidangan baru.
"Mengurangi limbah makanan merupakan salah satu cara untuk menjaga ketahanan pangan. Event Kirin SisaBisa ini diharapkan dapat memberi kesadaran dan pengetahuan kepada masyarakat mengenai upaya yang bisa kita lakukan untuk mengurangi limbah makanan, yakni dengan memanfaatkan makanan sisa di dapur untuk diolah kembali menjadi hidangan baru yang kaya rasa," kata Eka melalui keterangannya, Rabu (29/9/2021).
Lihat Juga :