Nutrisi Tepat Optimalkan Tumbuh Kembang Anak dengan Kelainan Jantung Bawaan
Kamis, 30 September 2021 - 01:10 WIB
loading...
A
A
A
Tindakan yang dilakukan jika ditemukan gejala adalah stabilisasi dan pertolongan pertama untuk memperbaiki keadaan umum. Selanjutnya kontrol rutin sesuai anjuran untuk memantau perkembangan penyakit, diagnosis KJB, dan penentuan intervensi.
Pada praktiknya, kata dr. Rahmat, penanganan KJB disesuaikan dengan jenis kelainan dan tingkat keparahannya. Meski telah mendapatkan intervensi, anak dengan KJB masih menghadapi tantangan kesehatan karena ia mengalami pertumbuhan terus-menerus, memiliki komposisi tubuh yang bervariasi, dan membutuhkan energi yang adekuat.
"Untuk itu, orangtua memiliki peran penting dalam deteksi dini adanya KJB dan mengoptimalkan perawatan serta intervensi bila terindikasi untuk meningkatkan usia harapan hidup dan kualitas hidup anak dengan KJB,” kata dr. Rahmat dalam webinar bertema Pentingnya Dukungan Nutrisi Tepat untuk Optimalkan Tumbuh Kembang Anak dengan Kelainan Jantung Bawaan yang diselenggarakan Danone Specialized Nutrition Indonesia untuk memperingati Hari Jantung Sedunia, Rabu (29/9/2021).
Pada kesempatan yang sama, Dokter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik Dr. dr. I Gusti Lanang Sidhiarta Sp.A(K) menjelaskan, anak dengan KJB memiliki risiko mengalami ketidakseimbangan energi yang dapat menyebabkan malnutrisi.
Kebutuhan gizi terutama energi dan protein pada pasien KJB, kata dr. I Gusti Lanang Sidhiarta, lebih besar dari yang direkomendasikan berdasarkan kebutuhan fisiologis, usia, dan berat badan. Sementara toleransi volume cairan terbatas karena adanya disfungsi jantung.
Pada praktiknya, kata dr. Rahmat, penanganan KJB disesuaikan dengan jenis kelainan dan tingkat keparahannya. Meski telah mendapatkan intervensi, anak dengan KJB masih menghadapi tantangan kesehatan karena ia mengalami pertumbuhan terus-menerus, memiliki komposisi tubuh yang bervariasi, dan membutuhkan energi yang adekuat.
"Untuk itu, orangtua memiliki peran penting dalam deteksi dini adanya KJB dan mengoptimalkan perawatan serta intervensi bila terindikasi untuk meningkatkan usia harapan hidup dan kualitas hidup anak dengan KJB,” kata dr. Rahmat dalam webinar bertema Pentingnya Dukungan Nutrisi Tepat untuk Optimalkan Tumbuh Kembang Anak dengan Kelainan Jantung Bawaan yang diselenggarakan Danone Specialized Nutrition Indonesia untuk memperingati Hari Jantung Sedunia, Rabu (29/9/2021).
Pada kesempatan yang sama, Dokter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik Dr. dr. I Gusti Lanang Sidhiarta Sp.A(K) menjelaskan, anak dengan KJB memiliki risiko mengalami ketidakseimbangan energi yang dapat menyebabkan malnutrisi.
Kebutuhan gizi terutama energi dan protein pada pasien KJB, kata dr. I Gusti Lanang Sidhiarta, lebih besar dari yang direkomendasikan berdasarkan kebutuhan fisiologis, usia, dan berat badan. Sementara toleransi volume cairan terbatas karena adanya disfungsi jantung.
Lihat Juga :