Stimulasi Motorik si Kecil dengan Camilan Bernutrisi
Selasa, 02 Juni 2020 - 20:00 WIB
loading...
Melengkapi kebutuhan nutrisi bayi pada momen makan pertama, Milna menghadirkan Milna Nature Puffs Organic, camilan sehat berbahan organik yang dirancang untuk menstimulasi sensor motorik si kecil. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Memasuki bulan ke-6 kehidupan si kecil, sistem saraf serta kontrol ototnya semakin berkembang dan selaras. Kemampuan geraknya berubah, dari yang cepat dan spontan menjadi lebih halus sekaligus terkontrol.
Seiring bertambahnya usia, anak akan mengalami peningkatan kemampuan keterampilan motorik kasar dan halus. Pengembangan motorik kasar melibatkan koordinasi otot-otot besar untuk aktivitas yang lebih aktif. Kemampuan motorik kasar ini memungkinkan si kecil bisa duduk, berdiri, berjalan, berlari, menjaga keseimbangan, atau mengubah posisinya.
Sementara itu, keterampilan motorik halus melibatkan koordinasi gerakan otot-otot kecil meliputi tangan, jari-jari, dan pergelangan tangan. Kemampuan motorik halus memungkinkan buah hati Anda melakukan berbagai hal. Misalnya menggerakkan tangan untuk makan, menggambar, bermain, mengambil mainan atau barang-barang berukuran kecil, menggenggam ataupun memberikan benda, memasukkan benda ke dalam wadah, dan sebagainya.
Head of Medical KALBE Nutritionals dr. Muliaman Mansyur menjelaskan, tahun pertama kehidupan anak akan ditandai dengan perkembangan kemampuan motorik. (Baca Juga: 12 Cara Cegah Karies Gigi pada Anak )
"Dimulai dari bulan ke-4, si kecil sudah memiliki kontrol otot yang memadai untuk memutar kepala dan mengikuti gerakan sebuah obyek. Kemampuannya akan terus bertambah dari bulan ke bulan, sehingga di tahun pertama, umumnya dia akan mulai mampu untuk seimbang, duduk, merangkak, dan akhirnya berdiri," jelas dr. Muliaman melalui keterangan resmi yang diterima SINDOnews.
Seiring bertambahnya usia, anak akan mengalami peningkatan kemampuan keterampilan motorik kasar dan halus. Pengembangan motorik kasar melibatkan koordinasi otot-otot besar untuk aktivitas yang lebih aktif. Kemampuan motorik kasar ini memungkinkan si kecil bisa duduk, berdiri, berjalan, berlari, menjaga keseimbangan, atau mengubah posisinya.
Sementara itu, keterampilan motorik halus melibatkan koordinasi gerakan otot-otot kecil meliputi tangan, jari-jari, dan pergelangan tangan. Kemampuan motorik halus memungkinkan buah hati Anda melakukan berbagai hal. Misalnya menggerakkan tangan untuk makan, menggambar, bermain, mengambil mainan atau barang-barang berukuran kecil, menggenggam ataupun memberikan benda, memasukkan benda ke dalam wadah, dan sebagainya.
Head of Medical KALBE Nutritionals dr. Muliaman Mansyur menjelaskan, tahun pertama kehidupan anak akan ditandai dengan perkembangan kemampuan motorik. (Baca Juga: 12 Cara Cegah Karies Gigi pada Anak )
"Dimulai dari bulan ke-4, si kecil sudah memiliki kontrol otot yang memadai untuk memutar kepala dan mengikuti gerakan sebuah obyek. Kemampuannya akan terus bertambah dari bulan ke bulan, sehingga di tahun pertama, umumnya dia akan mulai mampu untuk seimbang, duduk, merangkak, dan akhirnya berdiri," jelas dr. Muliaman melalui keterangan resmi yang diterima SINDOnews.
Lihat Juga :