72% Wisatawan Indonesia Pilih Opsi Berkelanjutan Ketika Berwisata Kembali Di Masa Depan.
Rabu, 03 Juni 2020 - 12:46 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, dalam upaya peduli lingkungan dengan menjadikannya bebas plastik, wisatawan didorong untuk menurunkan jumlah penggunaan plastik sekali pakai, "Ini merupakan tujuan utama dari para wisatawan dunia di masa depan,"tulis Booking.com.
Terkait istilah “pariwisata dan perjalanan berkelanjutan,” 12% wisatawan mengasosiasikan istilah ini dengan mengurangi limbah atau plastik daur ulang. Sebanyak 48% wisatawan Indonesia mengatakan bahwa mereka membawa botol air minum mereka sendiri daripada membeli air dalam kemasan saat mengunjungi destinasi selama setahun kemarin, sementara itu 56% mengatakan kalau mereka merasa frustasi ketika sebuah akomodasi melarang mereka untuk melakukan upaya berkelanjutan kala itu.
Selain memberikan edukasi terkait tips dan informasi untuk membantu properti agar beroperasi secara berkelanjutan, Booking.com juga akan menguji fitur-fitur yang memungkinkan properti memperlihatkan upaya penerapan ramah lingkungan mereka kepada para calon pelanggan misalnya dengan mengurangi pemakaian plastik sekali pakai dengan tidak menggunakan sedotan plastik, alat masak, barang pecah belah, tidak menyediakan perlengkapan mandi denengan botol plastik, atau berhenti menggunakan air dalam kemasan di akomodasi tersebut.
Riset yang dilakukan Booking.com dilakukan secara independen dengan total sampel 20,432 responden di 22 wilayah (Brazil, Meksiko, Amerika Serikat, Kanada, Australia, Inggris, Belanda, Jerman, Perancis, Italia, Spanyol, Israel, Jepang, Cina, Taiwan, Korea Selatan, Indonesia, India, Mesir, Maroko, Kenya dan Afrika Selatan). Ketentuan untuk melakukan survei ini, para responden harus berumur 18 tahun atau lebih, harus sudah pernah bepergian setidaknya satu kali dalam 12 bulan terakhir, dan juga seseorang yang membuat keputusan atau berpartisipasi membuat keputusan dalam perjalanannya. Survei ini dilakukan secara online pada bulan Maret 2020.
Terkait istilah “pariwisata dan perjalanan berkelanjutan,” 12% wisatawan mengasosiasikan istilah ini dengan mengurangi limbah atau plastik daur ulang. Sebanyak 48% wisatawan Indonesia mengatakan bahwa mereka membawa botol air minum mereka sendiri daripada membeli air dalam kemasan saat mengunjungi destinasi selama setahun kemarin, sementara itu 56% mengatakan kalau mereka merasa frustasi ketika sebuah akomodasi melarang mereka untuk melakukan upaya berkelanjutan kala itu.
Selain memberikan edukasi terkait tips dan informasi untuk membantu properti agar beroperasi secara berkelanjutan, Booking.com juga akan menguji fitur-fitur yang memungkinkan properti memperlihatkan upaya penerapan ramah lingkungan mereka kepada para calon pelanggan misalnya dengan mengurangi pemakaian plastik sekali pakai dengan tidak menggunakan sedotan plastik, alat masak, barang pecah belah, tidak menyediakan perlengkapan mandi denengan botol plastik, atau berhenti menggunakan air dalam kemasan di akomodasi tersebut.
Riset yang dilakukan Booking.com dilakukan secara independen dengan total sampel 20,432 responden di 22 wilayah (Brazil, Meksiko, Amerika Serikat, Kanada, Australia, Inggris, Belanda, Jerman, Perancis, Italia, Spanyol, Israel, Jepang, Cina, Taiwan, Korea Selatan, Indonesia, India, Mesir, Maroko, Kenya dan Afrika Selatan). Ketentuan untuk melakukan survei ini, para responden harus berumur 18 tahun atau lebih, harus sudah pernah bepergian setidaknya satu kali dalam 12 bulan terakhir, dan juga seseorang yang membuat keputusan atau berpartisipasi membuat keputusan dalam perjalanannya. Survei ini dilakukan secara online pada bulan Maret 2020.
(wid)
Lihat Juga :