Jumlah Penumpang di Bandara Juanda Meningkat ketika Tarif Tes SWAB PCR Diturunkan
Jum'at, 29 Oktober 2021 - 23:27 WIB
loading...
Penurunan harga tes swab PCR membuat jumlah penumpang di Bandara Internasional Juanda Sidoarjo meningkat. / Foto: dok. MPI/Avirista Midaada
A
A
A
SURABAYA - Penurunan harga tes swab PCR membuat jumlah penumpang di Bandara Internasional Juanda Sidoarjo meningkat.
Tercatat peningkatan terasa sejak keluarnya Surat Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan nomor HK 02.02/1/3843/2021 tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan RT-PCR, yang dikeluarkan pada Rabu (27/10/2021).
General Manager Bandar Udara Internasional Juanda , Sisyani Jaffar mengungkapkan, penerapan persyaratan perjalanan pesawat menggunakan tes swab PCR dari sebelumnya menggunakan tes swab antigen atau tes swab PCR, tak membuat perubahan signifikan ke arus penumpang di Bandara Internasional Juanda Sidoarjo, sejak lima hari terakhir.
Baca juga: Raih Sejumlah Penghargaan, Amanda Manopo Sebut Itu Hanya Bonus
"Terhitung sejak 24 Oktober hingga 27 Oktober, per hari kami dapat melayani 17-20 ribu penumpang. Angka ini relatif sama dengan periode saat masih dibolehkan antigen sebagai syarat terbang. Jadi tidak ada perubahan jumlah penumpang per hari meski ada perubahan kebijakan," kata Sisyani, melalui keterangan resminya, Jumat (29/10/2021) malam.
Tercatat peningkatan terasa sejak keluarnya Surat Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan nomor HK 02.02/1/3843/2021 tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan RT-PCR, yang dikeluarkan pada Rabu (27/10/2021).
General Manager Bandar Udara Internasional Juanda , Sisyani Jaffar mengungkapkan, penerapan persyaratan perjalanan pesawat menggunakan tes swab PCR dari sebelumnya menggunakan tes swab antigen atau tes swab PCR, tak membuat perubahan signifikan ke arus penumpang di Bandara Internasional Juanda Sidoarjo, sejak lima hari terakhir.
Baca juga: Raih Sejumlah Penghargaan, Amanda Manopo Sebut Itu Hanya Bonus
"Terhitung sejak 24 Oktober hingga 27 Oktober, per hari kami dapat melayani 17-20 ribu penumpang. Angka ini relatif sama dengan periode saat masih dibolehkan antigen sebagai syarat terbang. Jadi tidak ada perubahan jumlah penumpang per hari meski ada perubahan kebijakan," kata Sisyani, melalui keterangan resminya, Jumat (29/10/2021) malam.
Lihat Juga :