Kapan Vaksinasi Covid-19 Usia 6-11 Tahun Dimulai? Ini Jawaban Kemenkes
Senin, 01 November 2021 - 17:50 WIB
loading...
Vaksin Sinovac sudah diperbolehkan digunakan untuk memvaksinasi anak usia 6-11 tahun. Foto Ilustrasi/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Vaksin Sinovac sudah diperbolehkan digunakan untuk memvaksinasi anak usia 6-11 tahun. Lantas, kapan pelaksanaan vaksinasi anak itu akan dimulai?
Izin pemberian vaksin Sinovac untuk kelompok usia 6-11 tahun dikeluarkan langsung oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) hari ini, Senin, 1 November 2021.
Baca Juga: BPOM Izinkan Sinovac untuk Usia 6-11 Tahun, IDAI Minta Orangtua Tak Ragu Vaksinasi Anak
Menjadi pertanyaan sekarang, jika izin penggunaan sudah di tangan, kapan vaksinasinya dilakukan?
Menurut Kepala BPOM Penny K. Lukito, untuk menjawab pertanyaan itu pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang berwenang. Sebab, pelaksanaan program ada di Kemenkes.
"Nanti pihak Kemenkes yang akan memberi tahu kapan program dijalankan. Tapi, karena vaksin yang dapat izin Sinovac dan ini tersedia di Indonesia, kami rasa tidak dalam waktu lama," kata Penny dalam konferensi pers virtual.
Secara terpisah, Juru Bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi melalui pesan singkat mengatakan, pihaknya masih harus menunggu beberapa data tambahan dari ahli.
Izin pemberian vaksin Sinovac untuk kelompok usia 6-11 tahun dikeluarkan langsung oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) hari ini, Senin, 1 November 2021.
Baca Juga: BPOM Izinkan Sinovac untuk Usia 6-11 Tahun, IDAI Minta Orangtua Tak Ragu Vaksinasi Anak
Menjadi pertanyaan sekarang, jika izin penggunaan sudah di tangan, kapan vaksinasinya dilakukan?
Menurut Kepala BPOM Penny K. Lukito, untuk menjawab pertanyaan itu pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang berwenang. Sebab, pelaksanaan program ada di Kemenkes.
"Nanti pihak Kemenkes yang akan memberi tahu kapan program dijalankan. Tapi, karena vaksin yang dapat izin Sinovac dan ini tersedia di Indonesia, kami rasa tidak dalam waktu lama," kata Penny dalam konferensi pers virtual.
Secara terpisah, Juru Bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi melalui pesan singkat mengatakan, pihaknya masih harus menunggu beberapa data tambahan dari ahli.
Lihat Juga :