Ssttt... Restoran Bakmi Ini Selalu Tutup Siang! Simak Rahasianya di Once Upon a Time in Chinatown Episode 4
Selasa, 02 November 2021 - 19:41 WIB
loading...
Foto/MNC Media
A
A
A
JAKARTA - Episode ke-4 Once Upon a Time in Chinatown mengangkat kisah rumah makan Bakmi Encim Anggur. Rumah makan yang berlokasi di daerah Jakarta Barat ini sekarang dimiliki dan dikelola oleh Sujani Watidjaya atau sering dipanggil Ci Yaya. Bakmi Encim Anggur dirintis pertama kali oleh neneknya, yang memiliki nama panggilan Anggur, pada 1937.
Selama 84 tahun berdiri, ternyata restoran tersebut selalu tutup jam 1 siang setiap hari, kecuali hari Senin. Ci Yaya menjelaskan bahwa peraturan ini ditaati oleh semua penerus Bakmi Encim Anggur, termasuk dirinya sendiri seperti yang diajarkan oleh ibunya.
Baca Juga: Sempat Jadi Penyanyi Kafe, Indra Kesuma Kini Pengusaha sekaligus Miliarder, Selengkapnya di Morning Update iNews
“Dari dulu memang dibatasi. Jadi walaupun ramai, jam satu semuanya pokoknya harus sudah tutup, biar bisa istirahat karena capek,” ungkap Yuliana, anaknya Ci Yaya.
Ci Yaya juga mengaku bahwa mereka akan tetap tutup meskipun ada bahan makanan yang tersisa untuk hari itu. Selebihnya, kalau di hari tertentu restoran mereka mendapat banyak pengunjung, mereka akan menyajikan makanan seadanya dan tidak akan kembali ke pasar untuk beli bahan makanan tambahan.
Selama 84 tahun berdiri, ternyata restoran tersebut selalu tutup jam 1 siang setiap hari, kecuali hari Senin. Ci Yaya menjelaskan bahwa peraturan ini ditaati oleh semua penerus Bakmi Encim Anggur, termasuk dirinya sendiri seperti yang diajarkan oleh ibunya.
Baca Juga: Sempat Jadi Penyanyi Kafe, Indra Kesuma Kini Pengusaha sekaligus Miliarder, Selengkapnya di Morning Update iNews
“Dari dulu memang dibatasi. Jadi walaupun ramai, jam satu semuanya pokoknya harus sudah tutup, biar bisa istirahat karena capek,” ungkap Yuliana, anaknya Ci Yaya.
Ci Yaya juga mengaku bahwa mereka akan tetap tutup meskipun ada bahan makanan yang tersisa untuk hari itu. Selebihnya, kalau di hari tertentu restoran mereka mendapat banyak pengunjung, mereka akan menyajikan makanan seadanya dan tidak akan kembali ke pasar untuk beli bahan makanan tambahan.
Lihat Juga :