Review Film Last Night in Soho: Twist Unik dengan Pace yang Tak Terlalu Halus
Rabu, 03 November 2021 - 18:41 WIB
loading...
Last Night in Soho menyajikan sebuah plot twist yang unik. Lupakan pengalaman menonton film horor misteri sebelumnya saat nonton film arahan Edward Wright ini. (Foto: TodolistLondon)
A
A
A
Film horor tentang arwah gentayangan tak melulu hadir dalam nuansa gelap dan menyeramkan. Edward Wright mempersembahkan sebuah film horor dalam balutan pesta, musik, dansa dan keriaan dengan warna-warna cerah di Last Night in Soho. Film ini memberikan pengalaman baru dalam menikmati suguhan horor psikologis.
Last Night in Soho menyajikan cerita horor dengan banyak twist. Mungkin bagi penyuka misteri bakal dengan cepat menebaknya lewat banyak petunjuknya yang sangat jelas. Tapi, bagi yang tidak, nikmati sajalah film ini karena memberikan pengalaman lain dalam menonton film horor.
Film ini berkisah tentang Ellois “Ellie” Turner (Thomasin McKenzie), seorang gadis dari pedesaan Inggris yang pindah ke London untuk kuliah di jurusan fashion. Kampusnya dekat dengan Soho. Tidak tahan dengan teman-teman seasramanya, Ellie akhirnya memilih nge-kost di sebuah rumah milik seorang wanita tua bernama Nyonya Collins (Diana Riggs).
Baca Juga: 5 Drama Korea Horor Terbaik, Nomor 2 Mencekam dan Bikin Mimpi Buruk
Selama berada di rumah itu, Ellie, yang punya kemampuan cenayang, kembali ke era 1965. Kamar yang dihuni Ellie itu dulunya pernah ditinggali seorang wanita cantik, Sandie (Anya Taylor-Joy). Wanita itu bermimpi menjadi seorang penyanyi. Dia pun melakukan apa saja untuk mencapai impian itu, termasuk menjadi kekasih Jack (Matt Smith).
Tak disangka, Jack justru “menjual” Sandi ke berbagai laki-laki hidung belang. Hidup Sandie pun terasa seperti neraka. Ellie pun semakin terobsesi untuk mengikuti hidup Sandie. Tiap malam, dia akan memutar musik dari era 60an, berbaring, memejamkan mata dan mengikuti langkah Sandie.
![Review Film Last Night in Soho: Twist Unik dengan Pace yang Tak Terlalu Halus]()
Saking terobsesinya pada Sandie, sebelum tahu kalau hidupnya berubah jadi mimpi buruk, Ellie sampai mengubah warna rambutnya menjadi pirang, seperti Sandie. Baju-baju era 60an yang dikenakan Sandie pun menjadi inspirasi Ellie dalam merancang bajunya. Meski terlihat kuno, tapi dosen Ellie memuji hasil karyanya. Ellie juga membeli sejumlah fashion bernuansa 60an. Semua tentang Sandie begitu indah bagi Ellie.
Last Night in Soho menyajikan cerita horor dengan banyak twist. Mungkin bagi penyuka misteri bakal dengan cepat menebaknya lewat banyak petunjuknya yang sangat jelas. Tapi, bagi yang tidak, nikmati sajalah film ini karena memberikan pengalaman lain dalam menonton film horor.
Film ini berkisah tentang Ellois “Ellie” Turner (Thomasin McKenzie), seorang gadis dari pedesaan Inggris yang pindah ke London untuk kuliah di jurusan fashion. Kampusnya dekat dengan Soho. Tidak tahan dengan teman-teman seasramanya, Ellie akhirnya memilih nge-kost di sebuah rumah milik seorang wanita tua bernama Nyonya Collins (Diana Riggs).
Baca Juga: 5 Drama Korea Horor Terbaik, Nomor 2 Mencekam dan Bikin Mimpi Buruk
Selama berada di rumah itu, Ellie, yang punya kemampuan cenayang, kembali ke era 1965. Kamar yang dihuni Ellie itu dulunya pernah ditinggali seorang wanita cantik, Sandie (Anya Taylor-Joy). Wanita itu bermimpi menjadi seorang penyanyi. Dia pun melakukan apa saja untuk mencapai impian itu, termasuk menjadi kekasih Jack (Matt Smith).
Tak disangka, Jack justru “menjual” Sandi ke berbagai laki-laki hidung belang. Hidup Sandie pun terasa seperti neraka. Ellie pun semakin terobsesi untuk mengikuti hidup Sandie. Tiap malam, dia akan memutar musik dari era 60an, berbaring, memejamkan mata dan mengikuti langkah Sandie.

Saking terobsesinya pada Sandie, sebelum tahu kalau hidupnya berubah jadi mimpi buruk, Ellie sampai mengubah warna rambutnya menjadi pirang, seperti Sandie. Baju-baju era 60an yang dikenakan Sandie pun menjadi inspirasi Ellie dalam merancang bajunya. Meski terlihat kuno, tapi dosen Ellie memuji hasil karyanya. Ellie juga membeli sejumlah fashion bernuansa 60an. Semua tentang Sandie begitu indah bagi Ellie.
Lihat Juga :