Desa Huta Tinggi Samosir, Destinasi Wisata Dekat Danau Toba yang Identik dengan Kerbau

Rabu, 10 November 2021 - 12:30 WIB
loading...
Desa Huta Tinggi Samosir, Destinasi Wisata Dekat Danau Toba yang Identik dengan Kerbau
Desa Huta Tinggi Samosir termasuk ke dalam Geosite UNESCO Global Geopark serta menyimpan beragam potensi pariwisata dan ekonomi kreatif. Foto-Foto/Istimewa
A A A
MEDAN - Destinasi wisata Danau Toba , Sumatera Utara, dikelilingi sejumlah tempat yang kian menegaskan keberadaannya sebagai spot menarik untuk pelesiran. Salah satu obyek wisata yang berada di sekitar area danau terbesar di Indonesia itu adalah Desa Huta Tinggi Samosir.

Desa Huta Tinggi Samosir termasuk ke dalam Geosite UNESCO Global Geopark serta menyimpan beragam potensi pariwisata dan ekonomi kreatif. Desa ini identik dengan kerbau, yang menjadi salah satu ciri khasnya. Maka tak heran, ketika berkunjung ke sana, kita akan menjumpai kerbau di seluruh penjuru desa.

Baca Juga: Menparekraf Optimistis Danau Toba Mampu Gerakkan Ekraf di Sumatera Utara

Lantas, apa saja potensi pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdapat di Desa Huta Tinggi Samosir? Berikut ulasannya.

Wisata Dekat Danau Toba yang Identik dengan Kerbau

Desa Wisata Huta Tinggi dapat dijangkau menggunakan kapal feri dari Pelabuhan Ajibata ke Ambarita selama kurang lebih 40 menit, lalu dilanjutkan dengan jalur darat kurang lebih satu jam.

Apabila berkunjung ke desa yang memiliki luas 1.200 hektare ini, Anda akan disuguhi pemandangan berupa hamparan perbukitan hijau serta panorama Danau Toba yang sangat cantik dengan kerbau yang berlalu-lalang di kawasan desa, sehingga suasana pedesaan yang asri nan sejuk dapat dirasakan.

Desa ini juga berhadapan langsung dengan Gunung Pusuk Buhit yang dianggap sakral oleh suku Batak sampai sekarang.

Lalu, seperti telah disebutkan sebelumnya, Desa Huta Tinggi Samosir identik dengan kerbau. Banyaknya kerbau yang ada di wilayah desa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat setempat.

Biasanya kerbau betina dimanfaatkan untuk paket wisata edukasi, yaitu memerah susu kerbau. Susu tersebut lalu diolah menjadi dali ni horbo atau keju Batak. Sementara kerbau jantan difungsikan sebagai alat transportasi tradisional yang bisa digunakan oleh wisatawan dengan menungganginya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2294 seconds (11.210#12.26)