alexametrics

Hubungan Romantis Dapat Meningkatkan Kesehatan Pasien Kanker Payudara

loading...
Hubungan Romantis Dapat Meningkatkan Kesehatan Pasien Kanker Payudara
Hubungan yang romantis dapat meningkatkan kesehatan pasien kanker payudara. Hal ini berdasarkan studi yang dipublikasikan dalam jurnal Psychoneuroendocrinology. Foto/Istimewa.
A+ A-
JAKARTA - Pasien kanker payudara yang menikmati hubungan romantis bersama pasangannya bisa meningkatkan kesehatan. Hal ini berdasarkan studi yang dipublikasikan secara online dalam jurnal Psychoneuroendocrinology.

Dalam penelitian, wanita yang puas dalam hubungan mereka juga dikabarkan memiliki stres psikologis yang lebih rendah dan kedua faktor ini dikaitkan dengan penanda yang lebih rendah untuk peradangan dalam darah mereka.

Menjaga peradangan adalah kunci untuk meningkatkan kesehatan secara umum, terutama pada pasien kanker payudara. Ketika pasien merasa sakit atau terluka, peradangan meningkatkan penyembuhan. Tetapi peningkatan peradangan dari waktu ke waktu meningkatkan risiko penderita untuk kambuhnya kanker dan penyakit lainnya.

"Penting bagi para penyintas ketika mereka melewati masa yang tidak pasti ini, untuk merasa nyaman dengan pasangan mereka dan merasa diperhatikan dan dipahami, dan juga bagi pasangan mereka untuk merasa nyaman dan berbagi keprihatinan mereka sendiri," kata Rosie Shrout, penulis utama studi dan sarjana postdoctoral di Institute for Behavioral Medicine Research di The Ohio State University.

"Temuan kami menunjukkan bahwa hubungan yang erat ini dapat meningkatkan ikatan mereka sebagai pasangan dan juga meningkatkan kesehatan korban bahkan selama waktu yang sangat menegangkan ketika mereka sedang berhadapan dengan kanker," lanjutnya.

Untuk penelitian ini, Shrout melakukan analisis sekunder data dari studi Kiecolt-Glaser sebelumnya yang menilai kelelahan dan fungsi kekebalan pada pasien kanker payudara. Sebanyak 139 wanita dengan usia rata-rata 55 tahun menyelesaikan kuesioner laporan diri dan memberikan sampel darah pada tiga kunjungan, yakni etelah perekrutan dalam satu hingga tiga bulan setelah diagnosis kanker dan selama dua kunjungan tindak lanjut enam serta 18 bulan setelah pengobatan kanker berakhir.

Satu survei menilai kepuasan hubungan dengan meminta para wanita untuk melaporkan tingkat kebahagiaan mereka, tingkat kehangatan dan kenyamanan yang mereka rasakan dengan pasangan mereka, bagaimana penghargaan hubungan itu, dan kepuasan mereka secara keseluruhan. Kuesioner lain digunakan untuk mengevaluasi tingkat stres psikologis yang dirasakan selama seminggu sebelumnya.

Para peneliti menganalisis sampel darah untuk tingkat empat protein yang meningkatkan peradangan di seluruh tubuh, bahkan ketika tidak ada kebutuhan untuk respon imun. Jenis peradangan kronis ini terkait dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung, diabetes tipe 2, artritis dan penyakit alzheimer, serta penurunan fungsi dan kelemahan yang dapat menyertai penuaan.

Adapun temuan menunjukkan tren yang jelas pada wanita sebagai sebuah kelompok. Di mana semakin puas mereka merasa tentang hubungan romantis mereka, semakin rendah persepsi stres mereka dan semakin rendah peradangan mereka. Desain penelitian ini memungkinkan para peneliti untuk membandingkan kelompok wanita satu sama lain dan juga mengukur perubahan pada setiap wanita secara individual.

"Ini memberi kami perspektif yang unik. Kami menemukan bahwa ketika seorang wanita sangat puas dengan hubungannya, ia memiliki stres yang lebih rendah dan peradangan yang lebih rendah dari biasanya, lebih rendah dari rata-rata sendiri," jelas Shrout.

"Pada kunjungan tertentu, jika dia puas dengan pasangannya, peradangannya sendiri lebih rendah pada kunjungan itu daripada pada kunjungan yang berbeda ketika dia kurang puas," tambahnya seperti dilansir dari Times Now News.

Shrout mencatat penelitian ini menunjukkan bahwa para profesional kesehatan yang merawat pasien kanker payudara mungkin ingin mengawasi kemungkinan tanda-tanda bahwa pasien mereka berjuang di rumah.

"Penelitian ini menunjukkan pentingnya membina hubungan orang yang selamat. Beberapa orang yang selamat mungkin perlu bantuan untuk berhubungan dengan pasangan mereka selama waktu yang penuh tekanan, sehingga itu berarti penting untuk bagian dari perawatan mereka untuk mempertimbangkan hubungan dan memasukkan referensi ke pasangan konseling saat yang tepat," imbuhnya.

Meskipun temuan dalam penelitian ini berkaitan dengan pasien kanker payudara, Shrout mengatakan hubungan romantis yang kuat kemungkinan akan membantu orang-orang yang menavigasi ketidakpastian terkait dengan penyakit serius lainnya dengan menurunkan stres mereka.
(tdy)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak