Berisiko Tinggi, Kenapa Operasi Jantung Ulang Tetap Harus Dilakukan?
Selasa, 16 November 2021 - 21:18 WIB
loading...
Seorang pasien yang pernah melakukan operasi jantung, berpotensi mengalami gangguan lain pada jantungnya seperti kerusakan katup aorta pada jantung. / Foto: ilustrasi/ist
A
A
A
JAKARTA - Seorang pasien yang pernah melakukan operasi jantung , berpotensi mengalami gangguan lain pada jantungnya seperti kerusakan katup aorta pada jantung.
Untuk mengatasi hal tersebut, pasien diharuskan mendapat penanganan lagi berupa operasi jantung ulang dan rekonstruksi.
Dokter Spesialis Bedah Jantung, Thoraks dan Vaskular Heartology Cardiovascular Center, Dr Dicky Aligheri Wartono mengatakan bahwa operasi jantung ulang sangat umum dilakukan pada pasien yang berumur panjang.
Baca juga: 7 Artis yang Berperan Jadi Orang Korea Utara di Film dan Drakor, Ada Hyun Bin
Pasalnya, keberhasilan operasi jantung terdahulu atau karena diperlukan untuk memperbaiki kondisi jantung atau penggantian katup yang mengalami kerusakan.
Operasi jantung ulang yang umum adalah perbaikan katup jantung, operasi bypass, perbaikan aneurisma, atau terjadinya peradangan pada katup jantung.
Untuk mengatasi hal tersebut, pasien diharuskan mendapat penanganan lagi berupa operasi jantung ulang dan rekonstruksi.
Dokter Spesialis Bedah Jantung, Thoraks dan Vaskular Heartology Cardiovascular Center, Dr Dicky Aligheri Wartono mengatakan bahwa operasi jantung ulang sangat umum dilakukan pada pasien yang berumur panjang.
Baca juga: 7 Artis yang Berperan Jadi Orang Korea Utara di Film dan Drakor, Ada Hyun Bin
Pasalnya, keberhasilan operasi jantung terdahulu atau karena diperlukan untuk memperbaiki kondisi jantung atau penggantian katup yang mengalami kerusakan.
Operasi jantung ulang yang umum adalah perbaikan katup jantung, operasi bypass, perbaikan aneurisma, atau terjadinya peradangan pada katup jantung.
Lihat Juga :