Review Venom: Let There Be Carnage: Penuh Tawa, Villain Kurang Tereksplorasi
Rabu, 17 November 2021 - 13:49 WIB
loading...
Venom: Let There Be Carnage menghadirkan tontonan ringan yang sedikit berbalut suasana gelap dan kelam dengan banyak dialog dan adegan yang mengundang tawa. (Foto: Santa Clarita Valley Signal)
A
A
A
Venom: Let There Be Carnage akhirnya tayang di bioskop di Indonesia. Meski berjarak lebih dari sebulan dari penayangan aslinya di Amerika Serikat (AS), film ini tetap layak dinikmati di bioskop. Hubungan kocak antara Eddie Brock dan Venom serta aksi tarung di film sepanjang 1 jam 37 menit ini menjadi hiburan tersendiri.
Sekuel Venom ini mengeksplorasi lebih dalam hubungan antara Eddie Brock (Tom Hardy) dan simbiotnya, Venom. Dinamika manusia dan alien ini menjadi jantung film ini. Eddie bisa konyol, tapi Venom bakal lebih konyol lagi. Eddie pun harus bisa mengendalikan Venom.
Sayang, ego mengalahkan segalanya. Venom merasa dirinya berjasa besar bagi Eddie. Sementara, Eddie tidak merasa seperti itu. Dia terus menyepelekan dan merendahkan Venom. Hubungan aneh itu pun berubah menjadi toxic.
Baca Juga: Adegan Pascakredit Venom 2 Tunjukkan Tabrakan antara MCU dan SSU
Dinamika pertemanan yang turun naik, kadang baik kadang buruk juga dialami pasangan aneh ini. Hanya, kekerasan mendominasi dalam hubungan ini. Venom yang tidak tahan terus menerus disepelekan dan diatur-atur oleh Eddie memutuskan pergi. Dia ingin mencari inang baru dan bisa bebas makan kepala orang.
![Review Venom: Let There Be Carnage: Penuh Tawa, Villain Kurang Tereksplorasi]()
Namun, pada akhirnya, Venom sadar kalau dia membutuhkan Eddie. Sebaliknya, Eddie pun sadar kalau dia membutuhkan Venom. Mungkin masih banyak yang harus dilakukan untuk membuat hubungan mereka lebih harmonis.
Sekuel Venom ini mengeksplorasi lebih dalam hubungan antara Eddie Brock (Tom Hardy) dan simbiotnya, Venom. Dinamika manusia dan alien ini menjadi jantung film ini. Eddie bisa konyol, tapi Venom bakal lebih konyol lagi. Eddie pun harus bisa mengendalikan Venom.
Sayang, ego mengalahkan segalanya. Venom merasa dirinya berjasa besar bagi Eddie. Sementara, Eddie tidak merasa seperti itu. Dia terus menyepelekan dan merendahkan Venom. Hubungan aneh itu pun berubah menjadi toxic.
Baca Juga: Adegan Pascakredit Venom 2 Tunjukkan Tabrakan antara MCU dan SSU
Dinamika pertemanan yang turun naik, kadang baik kadang buruk juga dialami pasangan aneh ini. Hanya, kekerasan mendominasi dalam hubungan ini. Venom yang tidak tahan terus menerus disepelekan dan diatur-atur oleh Eddie memutuskan pergi. Dia ingin mencari inang baru dan bisa bebas makan kepala orang.

Namun, pada akhirnya, Venom sadar kalau dia membutuhkan Eddie. Sebaliknya, Eddie pun sadar kalau dia membutuhkan Venom. Mungkin masih banyak yang harus dilakukan untuk membuat hubungan mereka lebih harmonis.
Lihat Juga :