Review Venom: Let There Be Carnage: Penuh Tawa, Villain Kurang Tereksplorasi
Rabu, 17 November 2021 - 13:49 WIB
loading...
A
A
A
Meski begitu, Venom: Let There Be Carnage telah menunjukkan sedikit kemajuan berarti dalam hubungan ini. Eddie pada akhirnya mau memahami keinginan Venom dan menurunkan egonya. Sementara, Venom jadi sedikit lebih terbuka kepada Eddie.
Kesadaran kalau mereka saling membutuhkan satu sama lain ini terutama muncul ketika Carnage membuat kekacauan. Carnage, di film ini, lahir dari darah Eddie yang terisap Cletus Kasady (Woody Harrelson). Sama-sama bersifat jahat, Carnage dan Cletus terlihat seperti pasangan yang lebih kuat ketimbang Eddie dan Venom.
![Review Venom: Let There Be Carnage: Penuh Tawa, Villain Kurang Tereksplorasi]()
Tapi, kenyataannya, Cletus dan Carnage tidak bisa menyatu. Carnage terlihat sangat ingin menguasai Cletus dan menyingkirkan semua hambatan, termasuk Shriek (Naomie Harris), pacar Cletus. Sementara, Cletus, meski merasa lebih kuat dengan kehadiran Carnage, punya titik lemah, yaitu Shriek. Dia tidak rela jika Carnage menyakiti pacarnya itu.
Venom: Let There Be Carnage memberikan hiburan yang cukup mengasyikkan. Dari sisi cerita, film ini lebih lurus dan tidak bertele-tele, meski, ya, ada lubang sana sini. Tapi, plotnya sederhana dan mudah untuk diikuti.
Adegan pertarungan antara Carnage dan Venom lumayan seru. Meski kali ini, sutradaranya, Andy Serkis, menggunakan CGI, bukan motion capture seperti di film pertamanya. Tapi, ini tidak mengurangi keseruan pertarungan dua alien aneh itu di katedral yang sedang direnovasi.
![Review Venom: Let There Be Carnage: Penuh Tawa, Villain Kurang Tereksplorasi]()
Yang agak kurang tereksplorasi di sini adalah hubungan antara Cletus dan Shriek serta segala kekacauan yang mereka ciptakan. Kisah keduanya terlalu singkat. Dan, dengan tren film superhero berdurasi panjang, seharusnya Andy Serkis pun tak perlu khawatir dengan lamanya film ini.
Padahal penampilan Woody sebagai Cletus/Carnage dan Naomie sebagai Frances/Shriek pun bagus. Keduanya benar-benar tampil sebagai villain yang patut dipertimbangkan jagoan yang menjadi musuh mereka. Sayang, ini tidak tereksplorasi dengan baik karena Venom 2 lebih sibuk mengurusi hubungan Eddie dan Venom.
Kesadaran kalau mereka saling membutuhkan satu sama lain ini terutama muncul ketika Carnage membuat kekacauan. Carnage, di film ini, lahir dari darah Eddie yang terisap Cletus Kasady (Woody Harrelson). Sama-sama bersifat jahat, Carnage dan Cletus terlihat seperti pasangan yang lebih kuat ketimbang Eddie dan Venom.

Tapi, kenyataannya, Cletus dan Carnage tidak bisa menyatu. Carnage terlihat sangat ingin menguasai Cletus dan menyingkirkan semua hambatan, termasuk Shriek (Naomie Harris), pacar Cletus. Sementara, Cletus, meski merasa lebih kuat dengan kehadiran Carnage, punya titik lemah, yaitu Shriek. Dia tidak rela jika Carnage menyakiti pacarnya itu.
Venom: Let There Be Carnage memberikan hiburan yang cukup mengasyikkan. Dari sisi cerita, film ini lebih lurus dan tidak bertele-tele, meski, ya, ada lubang sana sini. Tapi, plotnya sederhana dan mudah untuk diikuti.
Adegan pertarungan antara Carnage dan Venom lumayan seru. Meski kali ini, sutradaranya, Andy Serkis, menggunakan CGI, bukan motion capture seperti di film pertamanya. Tapi, ini tidak mengurangi keseruan pertarungan dua alien aneh itu di katedral yang sedang direnovasi.

Yang agak kurang tereksplorasi di sini adalah hubungan antara Cletus dan Shriek serta segala kekacauan yang mereka ciptakan. Kisah keduanya terlalu singkat. Dan, dengan tren film superhero berdurasi panjang, seharusnya Andy Serkis pun tak perlu khawatir dengan lamanya film ini.
Padahal penampilan Woody sebagai Cletus/Carnage dan Naomie sebagai Frances/Shriek pun bagus. Keduanya benar-benar tampil sebagai villain yang patut dipertimbangkan jagoan yang menjadi musuh mereka. Sayang, ini tidak tereksplorasi dengan baik karena Venom 2 lebih sibuk mengurusi hubungan Eddie dan Venom.
Lihat Juga :