Kemenparekraf Hadirkan Sentra Vaksinasi Covid-19 bagi Pelaku Parekraf Wakatobi

Sabtu, 27 November 2021 - 13:01 WIB
loading...
Kemenparekraf Hadirkan Sentra Vaksinasi Covid-19 bagi Pelaku Parekraf Wakatobi
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kembali hadirkan sentra vaksinasi Covid-19 bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif serta masyarakat di Wakatobi. / Foto: ist
A A A
JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kembali menghadirkan sentra vaksinasi Covid-19 bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif serta masyarakat di salah satu destinasi wisata prioritas Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Sentra Vaksinasi ini merupakan hasil kolaborasi antara Kemenparekraf bersama Pemerintah Kabupaten Wakatobi, TNI, Polri, Antis, dan Homecare24 dengan sasaran 1.000 pelaku parekraf dan masyarakat umum yang berlangsung selama dua hari pada 25-26 November 2021. Sentra vaksinasi ini berlangsung di Marina Togo Mowondu Wakatobi.

Sebelumnya, Kemenparekraf telah melaksanakan dukungan Sentra Vaksinasi Wakatobi pada 26-28 Oktober 2021.

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, sentra vaksinasi ini merupakan salah satu strategi bersama untuk dapat mempercepat pencapaian herd immunity.

Baca juga: 7 Rekomendasi Kuliner Jogjakarta Selain Gudeg, Wajib Coba!

Hal itu selaras dengan apa yang disampaikan Presiden Joko Widodo pada 7 September 2021 agar masyarakat seluruh provinsi dapat tervaksin minimal 70 persen di akhir 2021.



"Sampai hari ini masyarakat Indonesia yang sudah divaksin pertama hampir mencapai 65 persen dan yang sudah mendapatkan dosis lengkap 44 persen. Untuk Wakatobi kita harapkan bisa terus meningkat. Maka vaksinasi di Wakatobi harus mencapai 70 persen di akhir tahun ini sesuai dengan arahan Presiden," ungkap Sandi dalam siaran persnya, Sabtu (27/11/2021).

Dalam kesempatan itu, Sandiaga Uno juga menerima dukungan dari Antis berupa 250 ribu paket health kit yang kemudian diserahterimakan kepada pihak Pemerintah Kabupaten Wakatobi.

"Karena vaksinasi harus tetap diimbangi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin. Agar tidak memicu peningkatan kasus baru, khususnya saat libur natal dan tahun baru mendatang," ujarnya.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2304 seconds (11.210#12.26)