Karakter Kuat Ini Terkonfirmasi Tewas Bunuh Diri di Eternals
Minggu, 28 November 2021 - 13:10 WIB
loading...
A
A
A
“Saya rasa Ikaris bahkan tidak merasa kalau dia salah. Saya rasa dia hanya punya banyak penyesalan. Dia sangat menyesal. Saya rasa dia menyesal karena cara hidupnya di planet ini dan itu adalah beban yang sangat besar untuk diemban. Tindakan itu pada dasarnya mengatakan,‘Aku berbuat salah, tapi aku tidak bisa menghadapi keluargaku, dan aku tidak bisa terus hidup’,” ujar Kaz melanjutkan.
Menurut Kaz, awalnya itu dimulai sebagai pengasingan diri. Selama pembuatan film itu, ini menjadi sesuaatu yang harus pasti. Itu adalah momen untuk mengatakan, ini adalah pengorbanan.
“Ini seperti mengatakan,’Aku tidak bisa lagi melayani Eternals. Kalau aku tidak bisa mengabdi pada Celestials, dan aku tidak bisa bersama keluargaku, maka aku memilih opsi ketigai ini,’ yang—buat dia—benar-benar peluapaan. Jad, yah, dia mati,” kata Kaz.
Apa yang terjadi pada Ikaris ini adalah salah satu twist menarik di Eternals. Pada momen menjelang akhir film itu, Ikaris terungkap punya ideologi yang berbeda dengan teman-temannya. Ketika Ajak mengatakan kalau dia mulai mempertanyakan perintah Arishem dan mengajak Eternals untuk mencari cara menghentikan Emergence, Ikaris memperlihatkan warna aslinya.
“Aku tidak pernah meragukan tujuanku untuk melayani Celestials,” ujar Ikaris kepada Ajak.
![Karakter Kuat Ini Terkonfirmasi Tewas Bunuh Diri di Eternals]()
Sutradara Eternals Chloe Zhao mengintepretasikan Ikaris sebagai Superman mitologinya Marvel. Dia adalah seorang superhero yang lebih besar dari hidup yang misinya melebihi cintanya kepada manusia. Jadi, tak heran jika pada akhirnya dia melakukan apa yang dia lakukan.
“Makanya saya tertarik padanya. Saya tidak melihatnya sebagai superhero yuang ernah saya lihat sebelumnya. Saya melihatnya sebagai manusia dulu dan karakter yang cukup rumit, sebelum melihatnya sebagai superhero. Kalian tahu, superhero punya mata laser. Superhero bisa terbang. Jadi, banyak kaitannya. Tapi, sebagai karakter, saya belum pernah melihat orang seperti dia sebelumnya,” papar Richard Madden, pemeran Ikaris di Eternals.
Menurut Kaz, awalnya itu dimulai sebagai pengasingan diri. Selama pembuatan film itu, ini menjadi sesuaatu yang harus pasti. Itu adalah momen untuk mengatakan, ini adalah pengorbanan.
“Ini seperti mengatakan,’Aku tidak bisa lagi melayani Eternals. Kalau aku tidak bisa mengabdi pada Celestials, dan aku tidak bisa bersama keluargaku, maka aku memilih opsi ketigai ini,’ yang—buat dia—benar-benar peluapaan. Jad, yah, dia mati,” kata Kaz.
Apa yang terjadi pada Ikaris ini adalah salah satu twist menarik di Eternals. Pada momen menjelang akhir film itu, Ikaris terungkap punya ideologi yang berbeda dengan teman-temannya. Ketika Ajak mengatakan kalau dia mulai mempertanyakan perintah Arishem dan mengajak Eternals untuk mencari cara menghentikan Emergence, Ikaris memperlihatkan warna aslinya.
“Aku tidak pernah meragukan tujuanku untuk melayani Celestials,” ujar Ikaris kepada Ajak.

Sutradara Eternals Chloe Zhao mengintepretasikan Ikaris sebagai Superman mitologinya Marvel. Dia adalah seorang superhero yang lebih besar dari hidup yang misinya melebihi cintanya kepada manusia. Jadi, tak heran jika pada akhirnya dia melakukan apa yang dia lakukan.
“Makanya saya tertarik padanya. Saya tidak melihatnya sebagai superhero yuang ernah saya lihat sebelumnya. Saya melihatnya sebagai manusia dulu dan karakter yang cukup rumit, sebelum melihatnya sebagai superhero. Kalian tahu, superhero punya mata laser. Superhero bisa terbang. Jadi, banyak kaitannya. Tapi, sebagai karakter, saya belum pernah melihat orang seperti dia sebelumnya,” papar Richard Madden, pemeran Ikaris di Eternals.
Lihat Juga :