10 Fakta Iron Man Adalah Penjahat Sesungguhnya di Film Marvel
Minggu, 28 November 2021 - 16:25 WIB
loading...
A
A
A
2. Membantu menciptakan Whiplash
![10 Fakta Iron Man Adalah Penjahat Sesungguhnya di Film Marvel]()
Karakter Whiplash jelas salah satu yang salah di Iron Man. Supervillain itu adalah contoh lain dari kebiasaan buruk Tony Stark. Tony bertanggung jawab secara langsung atas kemunculan Whiplash. Tidak hanya Tony tidak menkreditasi ayah Anton Vanko atas karyanya dalam membuat reaktor busur asli, dia juga membuat marah Anton sampai dia menjadi Whiplash. Kebiasaan Tony mengesampingkan orang yang bekerja dengannya terlihat di sepanjang MCU. Ini juga membantu memotivasi Mysterio. Tony juga punya kebiasaan mendorong penjahat skala kecil ke pertaruhan lebih besar seperti yang terjadi pada Vulture.
3. Menciptakan Ultron
![10 Fakta Iron Man Adalah Penjahat Sesungguhnya di Film Marvel]()
Ultron adalah salah satu penjahat paling kuat di MCU. Dia 100% adalah ciptaan Tony Stark. Karakter ini lahir Avengers: Age of Ultron untuk niat baik Tony karena dia ingin melindungi dunia dari ancaman kosmik. Tapi, kecenderungan ego dan lamur menyebabkan lahirnya seorang penjahat yang menjadi tidak sefleksibel dia dalam pemikirannya. Ultron dibangun dari karya cerdas Tony dalam permesinan dan kecerdasan buatan. Tapi, tanpa pemeriksaan dan penyeimbang, Ultron berkembang menjadi benda yang ingin dihindari Tony sejak awal.
4. Tidak mengungkapkan kebenaran tentang Ultron kepada Avengers
![10 Fakta Iron Man Adalah Penjahat Sesungguhnya di Film Marvel]()
Kalau Tony Stark benar-benar seorang penjahat, maka dia mungkin akan menjadi penjahat paling simpatik di MCU. Tapi, perilakunya kadang membuat sulit baginya. Ini terbukti dari keputusannya untuk tidak mengatakan apa pun pada teman-teman Avengers-nya tentang penciptaan Ultron. Kebungkamannya ini akhirnya menyebabkan bencana karena tidak ada suara lain terlibat dalam prosesnya. Tony sering merasa dia adalah satu-satunya yang punya jawaban dan arogansinya menyebabkan konsekuensi yang benar-benar tragis. Banyak orang tewas di Sokovia berkat Ultron, termasuk keluarga Baron Zemo.
5. Membantu menciptakan Aldrich Killian
![10 Fakta Iron Man Adalah Penjahat Sesungguhnya di Film Marvel]()
Iron Man bertanggung jawab atas lahirnya sebagian besar penjahat yang harus dihadapinya. Ini termasuk Aldrich Killian di Iron Man 3. Meski Tony Stark tidak bertanggung jawab atas aksi orang lain, sikap meremehkannya terhadap Killian membuat karakter itu berkembang menjadi seorang penjahat yang berusaha membunuh Presiden Amerika Serikat. Penolakan Tony terhadap pengembangan Mekanik Ide Mutakhir membuat Killian akhirnya memilih formula Extremis dan identitas Mandarin untuk berusaha menghancurkan Tony dan Stark Industries.
6. Membentuk Damage Control
![10 Fakta Iron Man Adalah Penjahat Sesungguhnya di Film Marvel]()
Sementara menjadi aksi yang baik, pendirian Damage Control oleh Tony Stark punya konsekuensi negatif. Tidak hanya lembaga resmi pemerintah itu memerintahkan banyak orang untuk keluar dari pekerjaan membersihkan sisa-sisa Perang New York, ini mendorong Adrian Toomes menjadi Vulture. Vulture adalah salah satu penjahat terbaik Spider-Man. Tapi, tak seperti yang lain, dia adalah produk tindakan Tony. Damage Control berfungsi dengan baik tapi juga memperkaya Tony dan memberikan keuntungan secara politis baginya.
7. Mendukung Perjanjian Sokovia
![10 Fakta Iron Man Adalah Penjahat Sesungguhnya di Film Marvel]()
Perjanjian Sokovia adalah akibat langsung dari peristiwa tragis Age of Ultron. Jadi, masuk akal jika Tony Stark yang dibebani rasa bersalah akan mendukungnya. Tapi, dengan melakukan hal tersebut, dia membuat keputusan lain yang membuatnya jadi penjahat. Perjanjian Sokovia membatasi aksi superhero dengan sanksi pemerintah. Dukungan Tony itu bisa dianggap sebagai menguntungkan dirinya sendiri di atas yang lain. Dia mendukung Perjanjian itu, mendorong perselisihan antara dia dan Avengers. Pada akhirnya, ini memecah mereka ketika debat berubah menjadi konflik. Dia menolak melihatnya dengan cara lain, yang menyebabkan tragedi lebih banyak, termasuk cedera War Machine.

Karakter Whiplash jelas salah satu yang salah di Iron Man. Supervillain itu adalah contoh lain dari kebiasaan buruk Tony Stark. Tony bertanggung jawab secara langsung atas kemunculan Whiplash. Tidak hanya Tony tidak menkreditasi ayah Anton Vanko atas karyanya dalam membuat reaktor busur asli, dia juga membuat marah Anton sampai dia menjadi Whiplash. Kebiasaan Tony mengesampingkan orang yang bekerja dengannya terlihat di sepanjang MCU. Ini juga membantu memotivasi Mysterio. Tony juga punya kebiasaan mendorong penjahat skala kecil ke pertaruhan lebih besar seperti yang terjadi pada Vulture.
3. Menciptakan Ultron

Ultron adalah salah satu penjahat paling kuat di MCU. Dia 100% adalah ciptaan Tony Stark. Karakter ini lahir Avengers: Age of Ultron untuk niat baik Tony karena dia ingin melindungi dunia dari ancaman kosmik. Tapi, kecenderungan ego dan lamur menyebabkan lahirnya seorang penjahat yang menjadi tidak sefleksibel dia dalam pemikirannya. Ultron dibangun dari karya cerdas Tony dalam permesinan dan kecerdasan buatan. Tapi, tanpa pemeriksaan dan penyeimbang, Ultron berkembang menjadi benda yang ingin dihindari Tony sejak awal.
4. Tidak mengungkapkan kebenaran tentang Ultron kepada Avengers

Kalau Tony Stark benar-benar seorang penjahat, maka dia mungkin akan menjadi penjahat paling simpatik di MCU. Tapi, perilakunya kadang membuat sulit baginya. Ini terbukti dari keputusannya untuk tidak mengatakan apa pun pada teman-teman Avengers-nya tentang penciptaan Ultron. Kebungkamannya ini akhirnya menyebabkan bencana karena tidak ada suara lain terlibat dalam prosesnya. Tony sering merasa dia adalah satu-satunya yang punya jawaban dan arogansinya menyebabkan konsekuensi yang benar-benar tragis. Banyak orang tewas di Sokovia berkat Ultron, termasuk keluarga Baron Zemo.
5. Membantu menciptakan Aldrich Killian

Iron Man bertanggung jawab atas lahirnya sebagian besar penjahat yang harus dihadapinya. Ini termasuk Aldrich Killian di Iron Man 3. Meski Tony Stark tidak bertanggung jawab atas aksi orang lain, sikap meremehkannya terhadap Killian membuat karakter itu berkembang menjadi seorang penjahat yang berusaha membunuh Presiden Amerika Serikat. Penolakan Tony terhadap pengembangan Mekanik Ide Mutakhir membuat Killian akhirnya memilih formula Extremis dan identitas Mandarin untuk berusaha menghancurkan Tony dan Stark Industries.
6. Membentuk Damage Control

Sementara menjadi aksi yang baik, pendirian Damage Control oleh Tony Stark punya konsekuensi negatif. Tidak hanya lembaga resmi pemerintah itu memerintahkan banyak orang untuk keluar dari pekerjaan membersihkan sisa-sisa Perang New York, ini mendorong Adrian Toomes menjadi Vulture. Vulture adalah salah satu penjahat terbaik Spider-Man. Tapi, tak seperti yang lain, dia adalah produk tindakan Tony. Damage Control berfungsi dengan baik tapi juga memperkaya Tony dan memberikan keuntungan secara politis baginya.
7. Mendukung Perjanjian Sokovia

Perjanjian Sokovia adalah akibat langsung dari peristiwa tragis Age of Ultron. Jadi, masuk akal jika Tony Stark yang dibebani rasa bersalah akan mendukungnya. Tapi, dengan melakukan hal tersebut, dia membuat keputusan lain yang membuatnya jadi penjahat. Perjanjian Sokovia membatasi aksi superhero dengan sanksi pemerintah. Dukungan Tony itu bisa dianggap sebagai menguntungkan dirinya sendiri di atas yang lain. Dia mendukung Perjanjian itu, mendorong perselisihan antara dia dan Avengers. Pada akhirnya, ini memecah mereka ketika debat berubah menjadi konflik. Dia menolak melihatnya dengan cara lain, yang menyebabkan tragedi lebih banyak, termasuk cedera War Machine.
Lihat Juga :