Epidemiolog: Cakupan Vaksinasi Harus Lebih dari 90% untuk Hadapi Ancaman Omicron
Senin, 29 November 2021 - 13:41 WIB
loading...
A
A
A
“Yang harus dilakukan saat ini adalah mitigasi, pemerintah sudah benar dengan menerapkan PPKM bertingkat, perbatasan jelang Nataru. Namun, yang lebih giat lagi adalah vaksinasi, ini penting sekali,” tutur dr. Dicky kala dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (29/11/2021).
Dari kacamata epidemiolog, ia merujuk pada kasus omicron yang banyak terjadi pada orang-orang yang belum divaksinasi. Dokter Dicky menggarisbawahi, vaksin di sini efektivitasnya lebih mengarah untuk mencegah level keparahan dan kematian.
“Tapi harus diingat, efektivitasnya itu lebih kepada mencegah keparahan dan kematian. Tapi dalam hal efektivitas mencegah terjadinya infeksi, mencegah menularkan ke orang lain itu enggak atau belum,” katanya.
Maka itu, menurutnya, untuk menekan laju penularan varian omicron, saat ini pemerintah harus fokus pada penguatan di sektor vaksinasi.
Dokter Dicky menyebutkan, merujuk pada data di Afrika Selatan, vaksinasi terbukti masih efektif, walaupun efektivitasnya lebih dalam hal mencegah keparahan ataupun kematian.
Dari kacamata epidemiolog, ia merujuk pada kasus omicron yang banyak terjadi pada orang-orang yang belum divaksinasi. Dokter Dicky menggarisbawahi, vaksin di sini efektivitasnya lebih mengarah untuk mencegah level keparahan dan kematian.
“Tapi harus diingat, efektivitasnya itu lebih kepada mencegah keparahan dan kematian. Tapi dalam hal efektivitas mencegah terjadinya infeksi, mencegah menularkan ke orang lain itu enggak atau belum,” katanya.
Maka itu, menurutnya, untuk menekan laju penularan varian omicron, saat ini pemerintah harus fokus pada penguatan di sektor vaksinasi.
Dokter Dicky menyebutkan, merujuk pada data di Afrika Selatan, vaksinasi terbukti masih efektif, walaupun efektivitasnya lebih dalam hal mencegah keparahan ataupun kematian.
Lihat Juga :