Milenial Melek Isu Lingkungan, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo: Terjadi Perubahan Tren Konsumen
Selasa, 30 November 2021 - 22:33 WIB
loading...
Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo menyebut bahwa milenial semakin melek dengan isu lingkungan. Ini menyebabkan pergeseran tren ke produk ramah lingkungan. Foto/Faisal Rahman.
A
A
A
JAKARTA - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo menyebut bahwa milenial semakin melek dengan isu lingkungan. Ini menyebabkan pergeseran tren ke produk-produk ramah lingkungan yang sifatnya sustainability atau berkelanjutan.
“Isu keberlanjutan jadi bagian besar dari perubahan tren konsumen. Studi Nielsen menunjukkan, 73 persen milenial bersedia membayar lebih untuk produk yang etis atau berkelanjutan," kata Angela saat Indonesia Modest Fashion Week World Conference 2021, di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jakarta Pusat, Selasa (30/11/2021).
"Dengan semakin meningkatnya kepedulian kaum muda terhadap masalah sosial, lingkungan, dan budaya, kita perlu menjawab tantangan ini dengan inovasi,” sambungnya.
Menjawab tantangan adanya pergeseran tren minat konsumen ini, Angela menjelaskan harus dijawab para pelaku sektor industri ekonomi kreatif, termasuk pelaku dunia fesyen modest dengan mengombinasikan berbagai cara.
Baca Juga: Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo Ungkap Pentingnya Adaptasi Industri Fesyen di Dunia Digital
“Misalnya, kita dapat menggunakan bahan yang ramah lingkungan, memasukkan unsur kearifan dan budaya lokal ke dalam desain-desain produk kita. Serta menerapkan praktik bisnis yang melibatkan pemuda, perempuan, dan penyandang disabilitas,” jelas Angela.
“Isu keberlanjutan jadi bagian besar dari perubahan tren konsumen. Studi Nielsen menunjukkan, 73 persen milenial bersedia membayar lebih untuk produk yang etis atau berkelanjutan," kata Angela saat Indonesia Modest Fashion Week World Conference 2021, di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jakarta Pusat, Selasa (30/11/2021).
"Dengan semakin meningkatnya kepedulian kaum muda terhadap masalah sosial, lingkungan, dan budaya, kita perlu menjawab tantangan ini dengan inovasi,” sambungnya.
Menjawab tantangan adanya pergeseran tren minat konsumen ini, Angela menjelaskan harus dijawab para pelaku sektor industri ekonomi kreatif, termasuk pelaku dunia fesyen modest dengan mengombinasikan berbagai cara.
Baca Juga: Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo Ungkap Pentingnya Adaptasi Industri Fesyen di Dunia Digital
“Misalnya, kita dapat menggunakan bahan yang ramah lingkungan, memasukkan unsur kearifan dan budaya lokal ke dalam desain-desain produk kita. Serta menerapkan praktik bisnis yang melibatkan pemuda, perempuan, dan penyandang disabilitas,” jelas Angela.
Lihat Juga :