Berprestasi, Deby Vinski Raih Penghargaan Bergengsi untuk Kedua Kalinya
Sabtu, 04 Desember 2021 - 09:00 WIB
loading...
Prof. dr. Deby Vinski, MSc,PhD menerima penghargaan Gatra Award 2021 sebagai Ikon Prestasi Anak Negeri di Masa Pandemi. Foto/dok resmi.
A
A
A
JAKARTA - Presiden Badan Akreditasi Anti-aging Dunia (WOCPM) dan Owner Celltech Stem Cell Centre Laboratory & Banking Prof. dr. Deby Vinski, MSc,PhD menerima penghargaan Gatra Award 2021 sebagai Ikon Prestasi Anak Negeri di Masa Pandemi.
Penghargaan yang diberikan merupakan kategori di bidang teknologi yakni menginisiasi Celltech Stem Cell (CSC), laboratorium dan bank stem cell berstandar internasional. Penghargaan yang diperoleh teknologi Quantum Closed System yang langka dan digunakan Celltech Stem Cell Centre yang berada di Vinski Tower ini membuat Prof. Deby bahagia.
Ini adalah kali kedua Prof. Deby mendapat penghargaan tersebut. Sebelumnya pada 2014, ia mendapat penghargaan dengan kategori ikon kesehatan. Kiprah Celltech Stem Cell Centre laboratory & Banking dalam memajukan layanan medis stem cell diakui sebagai ikon di bidang teknologi.
Prof. Deby menyambut apresiasi ini. Ia juga menerapkan 3 P Terapi Stem Cell Celltech dan early passage untuk menjamin kualitas dan jumlah MSC yang dihasilkan. Komite Sel Punca Nasional dr.Marhaen Hardjo juga mengakui teknologi yang digunakan di Celltech termasuk generasi baru di Amerika tapi sudah ada di Celltech, Indonesia.
Prof. Deby yang sering menolak julukan the Queen of anti aging ini mengakui bahwa Indonesia dapat menjadi pusat stem cell dan anti aging dunia karena memiliki ilmuwan hebat dan pesona alam, kuliner dan keramahtamahan yang terkenal keseluruh dunia.
Baca Juga: Nagita Slavina Tuai Kritik Usai Terima Kado dari Prilly Latuconsina, Sikapnya Dinilai Tak Sopan
Kolaborasi yang baik akan membuat Indonesia menjadi penghasil devisa besar dari wisata medis. Karena itu, Prof. Deby bertekad mendukung pemerintah mengembalikan devisa negara Rp158 triliun kembali ke Indonesia melalui pelayanan sel punca dan anti aging kelas dunia dengan menghadirkan teknologi terbaik dan terkini.
Berdasarkan keterangan resmi yang diterima SINDOnews, Sabtu (4/12/2021), professor yang juga Direktur Master of Anti aging di International University Barcelona ini menegaskan bahwa pada era society 5.0 tak ada lagi batasan waktu informasi teknologi terbaru di dunia.
Penghargaan yang diberikan merupakan kategori di bidang teknologi yakni menginisiasi Celltech Stem Cell (CSC), laboratorium dan bank stem cell berstandar internasional. Penghargaan yang diperoleh teknologi Quantum Closed System yang langka dan digunakan Celltech Stem Cell Centre yang berada di Vinski Tower ini membuat Prof. Deby bahagia.
Ini adalah kali kedua Prof. Deby mendapat penghargaan tersebut. Sebelumnya pada 2014, ia mendapat penghargaan dengan kategori ikon kesehatan. Kiprah Celltech Stem Cell Centre laboratory & Banking dalam memajukan layanan medis stem cell diakui sebagai ikon di bidang teknologi.
Prof. Deby menyambut apresiasi ini. Ia juga menerapkan 3 P Terapi Stem Cell Celltech dan early passage untuk menjamin kualitas dan jumlah MSC yang dihasilkan. Komite Sel Punca Nasional dr.Marhaen Hardjo juga mengakui teknologi yang digunakan di Celltech termasuk generasi baru di Amerika tapi sudah ada di Celltech, Indonesia.
Prof. Deby yang sering menolak julukan the Queen of anti aging ini mengakui bahwa Indonesia dapat menjadi pusat stem cell dan anti aging dunia karena memiliki ilmuwan hebat dan pesona alam, kuliner dan keramahtamahan yang terkenal keseluruh dunia.
Baca Juga: Nagita Slavina Tuai Kritik Usai Terima Kado dari Prilly Latuconsina, Sikapnya Dinilai Tak Sopan
Kolaborasi yang baik akan membuat Indonesia menjadi penghasil devisa besar dari wisata medis. Karena itu, Prof. Deby bertekad mendukung pemerintah mengembalikan devisa negara Rp158 triliun kembali ke Indonesia melalui pelayanan sel punca dan anti aging kelas dunia dengan menghadirkan teknologi terbaik dan terkini.
Berdasarkan keterangan resmi yang diterima SINDOnews, Sabtu (4/12/2021), professor yang juga Direktur Master of Anti aging di International University Barcelona ini menegaskan bahwa pada era society 5.0 tak ada lagi batasan waktu informasi teknologi terbaru di dunia.
Lihat Juga :