5 Film Jepang Kena Sensor di Bioskop, Banyak Adegan Ranjang Vulgar dan Sadis

Senin, 06 Desember 2021 - 11:47 WIB
loading...
5 Film Jepang Kena Sensor...
Film Jepang banyak yang terkena sensor di bioskop Indonesia. Film tersebut menyuguhkan adegan ranjang vulgar hingga aksi sadis yang tidak pantas ditampilkan. Foto/Taste of Cinema.
A A A
JAKARTA - Film Jepang banyak yang terkena sensor di bioskop Indonesia. Ini lantaran film tersebut menyuguhkan adegan ranjang vulgar hingga aksi sadis yang tidak pantas ditampilkan.

Selain terkena sensor di bioskop Indonesia, film-film ini bahkan hampir gagal tayang di bioskop negara sendiri. Berikut film Jepang yang kena sensor di bioskop seperti dilansir dari Taste of Cinema, Senin (6/12/2021).

Baca Juga: 10 Drama dan Film Korea Paling Banyak Ditonton di Netflix Sepanjang 2021

1. In the Realm of the Senses

5 Film Jepang Kena Sensor di Bioskop, Banyak Adegan Ranjang Vulgar dan Sadis


Film Jepang yang paling banyak disensor adalah In the Realm of the Senses. Dinobatkan jadi film paling kontroversial di sejarah perfilman, In the Realm of the Senses berfokus pada kisah Sada Abe, perempuan yang mencekik dan memotong penis kekasihnya untuk dijadikan jimat di dalam kimononya.

Karena banyaknya adegan ranjang, sutradara Nagisa Oshima bahkan harus menyelesaikan syuting film ini di Prancis karena dikejar aparat di negara sendiri.

2. Emperor Tomato Ketchup

5 Film Jepang Kena Sensor di Bioskop, Banyak Adegan Ranjang Vulgar dan Sadis


Film Jepang yang paling banyak disensor selanjutnya adalah Emperor Tomato Ketchup. Film hitam putih ini menampilkan negara Jepang yang tengah dipimpin oleh anak-anak, di mana mereka bertingkah layaknya orang dewasa yang ditunjukkan lewat adegan-adegan vulgar.

Aslinya berdurasi 75 menit, film ini dirilis sebagai film pendek sepanjang 27 menit setelah diprotes oleh lembaga sensor seluruh dunia.

Baca Juga: 10 Drama Korea tentang Perjalanan Waktu, Nomor 3 Berdasarkan Kisah Nyata

3. Guinea Pig: Flower of Flesh and Blood

5 Film Jepang Kena Sensor di Bioskop, Banyak Adegan Ranjang Vulgar dan Sadis


Film Jepang yang paling banyak disesnsor berikutnya adalah Guinea Pig: Flower of Flesh and Blood. Merupakan bagian dari sebuah seri, Flower of Flesh and Blood dikenal lebih banyak orang berkat adegan-adegan penuh darah yang terlihat terlalu nyata.

Dalam proses produksinya, sang produser harus meyakinkan polisi bahwa tak ada aktor yang meninggal. Pertama dirilis pada 1985, film ini baru berhasil tayang secara legal di internasional pada 2002.

4. Imprint

5 Film Jepang Kena Sensor di Bioskop, Banyak Adegan Ranjang Vulgar dan Sadis


Film Jepang yang paling banyak disensor selanjutnya adalah Imprint. Awalnya digarap sebagai bagian dari film antologi, film karya Takashi Miike ini dianggap terlalu sadis sampai-sampai para produser enggan merilisnya.

Film Imprint berkisah tentang seorang jurnalis asal Amerika yang mendengar kisah fantastis soal perempuan Jepang yang disiksa secara seksual setiap hari. Hal itu membuatnya tertarik untuk menulisnya dan melupakan pencarian yang sedang ia lakukan.

Baca Juga: 10 Drama Korea tentang Perjalanan Waktu, Nomor 3 Berdasarkan Kisah Nyata

5. Grotesque

5 Film Jepang Kena Sensor di Bioskop, Banyak Adegan Ranjang Vulgar dan Sadis


Film Jepang paling banyak disensor yang terakhir adalah Grotesque. Seperti judulnya, film ini dipenuhi banyak adegan sadis dan memuakkan karena sang sutradara punya keinginan untuk membuat film yang sangat sulit ditonton.

Dilarang tayang di berbagai negara termasuk Inggris, dan bahkan dilarang peredarannya di situs jualan Amazon, sutradara Koji Shiraishi mengaku bahwa ia tak peduli filmnya sulit tayang karena hanya ingin mengusik ketenangan para kritikus film sok bermoral.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penjelasan LSF Usai...
Penjelasan LSF Usai Loloskan Film Aku Harus Mati: Bukan untuk Anak-Anak!
Promosinya Diprotes,...
Promosinya Diprotes, Jumlah Penonton Film 'Aku Harus Mati' Anjlok?
Nonton Nyaman Cuma Rp15...
Nonton Nyaman Cuma Rp15 Ribu, Begini Suasana Bioskop Mini di Alfamart
Kemen Ekraf Godok Sinewara,...
Kemen Ekraf Godok Sinewara, Bioskop Negara Pertama Siap Dibangun di Otista
Cinépolis Cinemas Hadir...
Cinépolis Cinemas Hadir di K Square Batam, Tawarkan Beragam Promo Spesial
Penjualan Tiket Melempem,...
Penjualan Tiket Melempem, Dokumenter Melania Trump Gagal Menarik Penonton Inggris
Komisi VII DPR Usul...
Komisi VII DPR Usul 1.000 Bioskop Desa dari APBN 2027
Rustini Muhaimin Dorong...
Rustini Muhaimin Dorong Film Jadi Media Edukasi bagi Anak dan Keluarga
Selamat Tinggal Proyektor,...
Selamat Tinggal Proyektor, Tren Bioskop Rumah 2026 Beralih ke TV Raksasa 100 Inci
Rekomendasi
Republik Ceko vs Afrika...
Republik Ceko vs Afrika Selatan 1-1: Peluang Lolos ke Fase Gugur Kian Menipis
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
TMCR 2026 Ajak Warga...
TMCR 2026 Ajak Warga Jelajahi Jakarta Jelang Usia 500 Tahun
Berita Terkini
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Komunikasi Terbuka Jadi...
Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan yang Lebih Sehat
Tubuh yang Sehat dan...
Tubuh yang Sehat dan Percaya Diri lewat Pendekatan Medis Holistik
Daya Tarik Menarik Thailand:...
Daya Tarik Menarik Thailand: Eksplorasi Kota Bangkok dan Keindahan Pesisir Pattaya
5 Alasan See You at...
5 Alasan See You at Work Tomorrow Jadi Drakor Romansa Kantor yang Dinantikan
Dituding Bergantung...
Dituding Bergantung pada Lesti Kejora, Rizky Billar Beberkan Rumah Cash dan Aset Miliknya
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved