4 Drama Korea Populer yang Diam-Diam Kontroversial
Selasa, 28 Desember 2021 - 11:07 WIB
loading...
A
A
A
2. Squid Game (2021)
![4 Drama Korea Populer yang Diam-Diam Kontroversial]()
Foto: Netflix
Drama fenomenal ini ternyata juga mengundang kritikan dari ahli budaya, lagi-lagi soal penggambaran karakter perempuannya. Juru bicara organisasi feminis Haeil, Shim Hae-in, malah menyebut serial ini sebagai ancaman bagi perempuan.
"Ada adegan saat seorang penjaga mengatakan ada mayat peserta perempuan yang diperkosa beramai-ramai. Adegan ini lalu hilang tanpa ada informasi lanjutan," ujarnya, mengutip Al Jazeera.
Keberatan berikutnya adalah pada penggambaran karakter perempuan yang merupakan orang tua tunggal, Mi-nyeo. Ia digambarkan mengorbankan tubuhnya sebagai barter agar mendapat perlindungan dari pemain yang juga anggota gangster Deuk-su.
"Debatnya bukan pada apakah yang dilakukannya sesuatu yang realistis, tapi pada apa artinya 'kekuatan seksual dan bagaimana hal tersebut bisa dilakukan dalam kehidupan nyata'," ujar Ju Hui Judy Han, asisten profesor dalam studi gender di University of California, Los Angeles (UCLA).
"Mi-nyeo adalah perempuan badass dengan jalannya sendiri, tapi apakah dia dianggap penonton sebagai pahlawan? Aku tidak yakin. Tapi aku berharap orang seperti dia bisa menjadi karakter utama," ungkapnya yang berharap ada gambaran yang lebih layak untuk kaum minoritas seperti Mi-nyeo.
Lebih jauh, Shim Hae-in membandingkannya dengan karakter utama pria Gi-hun. Meski ia digambarkan sebagai anak, ayah, dan suami yang gagal, tapi penonton tetap bisa bersimpati padanya karena karakternya digali lebih dalam.
Sementara Mi-nyeo lebih sering digambarkan sebagai karakter 'perempuan gila' tanpa ada cerita tentang perjuangannya sebagai orang tua tunggal. "Stereotip ini bisa dianggap sebagai sesuatu yang normal di tengah masyarakat," katanya.
Baca Juga: Drama Korea 2021 dengan Kisah Cinta Segitiga yang Bikin Gemas Penonton
3. My Mister (2018)

Foto: Netflix
Drama fenomenal ini ternyata juga mengundang kritikan dari ahli budaya, lagi-lagi soal penggambaran karakter perempuannya. Juru bicara organisasi feminis Haeil, Shim Hae-in, malah menyebut serial ini sebagai ancaman bagi perempuan.
"Ada adegan saat seorang penjaga mengatakan ada mayat peserta perempuan yang diperkosa beramai-ramai. Adegan ini lalu hilang tanpa ada informasi lanjutan," ujarnya, mengutip Al Jazeera.
Keberatan berikutnya adalah pada penggambaran karakter perempuan yang merupakan orang tua tunggal, Mi-nyeo. Ia digambarkan mengorbankan tubuhnya sebagai barter agar mendapat perlindungan dari pemain yang juga anggota gangster Deuk-su.
"Debatnya bukan pada apakah yang dilakukannya sesuatu yang realistis, tapi pada apa artinya 'kekuatan seksual dan bagaimana hal tersebut bisa dilakukan dalam kehidupan nyata'," ujar Ju Hui Judy Han, asisten profesor dalam studi gender di University of California, Los Angeles (UCLA).
"Mi-nyeo adalah perempuan badass dengan jalannya sendiri, tapi apakah dia dianggap penonton sebagai pahlawan? Aku tidak yakin. Tapi aku berharap orang seperti dia bisa menjadi karakter utama," ungkapnya yang berharap ada gambaran yang lebih layak untuk kaum minoritas seperti Mi-nyeo.
Lebih jauh, Shim Hae-in membandingkannya dengan karakter utama pria Gi-hun. Meski ia digambarkan sebagai anak, ayah, dan suami yang gagal, tapi penonton tetap bisa bersimpati padanya karena karakternya digali lebih dalam.
Sementara Mi-nyeo lebih sering digambarkan sebagai karakter 'perempuan gila' tanpa ada cerita tentang perjuangannya sebagai orang tua tunggal. "Stereotip ini bisa dianggap sebagai sesuatu yang normal di tengah masyarakat," katanya.
Baca Juga: Drama Korea 2021 dengan Kisah Cinta Segitiga yang Bikin Gemas Penonton
3. My Mister (2018)
Lihat Juga :