Doddy Sudrajat Resah Donasi untuk Gala Sky Ganggu Stabilitas Negara
Kamis, 06 Januari 2022 - 16:00 WIB
loading...
Doddy Sudrajat resah dana donasi Gala Sky disalurkan untuk membeli barang haram dan kegiatan yang mengganggu stabilitas negara. Foto/Instagram Doddy Sudrajat
A
A
A
JAKARTA - Doddy Sudrajat sejak awal tak menyetujui adanya penggalangan donasi untuk membeli rumah Gala Sky , cucunya. Belakangan setelah donasi itu akhirnya berjalan, Doddy pun resah jika dana yang sudah terkumpul disalurkan untuk membeli barang haram dan kegiatan yang dapat mengganggu stabilitas negara.
Hal tersebut disampaikan melalui kuasa hukum Doddy, Djamaludin Koedoeboen, yang kemudian viral di media sosial.
Baca Juga: Tepis Kabar Terima Uang Asuransi Rp500 Juta, Doddy Sudrajat Tunggu Permintaan Maaf
Menurut Djamaludin, pihaknya khawatir dana donasi tersebut disalahgunakan oleh oknum tertentu. Ia menyebut, masalah baru bisa saja timbul sebagai imbas dari penggalangan donasi ini. Bahkan pihak Doddy resah bila kelak dana yang seharusnya diperuntukkan bagi Gala itu dipakai buat membeli barang haram dan mendukung hal-hal yang mengganggu stabilitas negara.
"Takut donasinya disalahgunakan untuk hal-hal yang bisa menimbulkan masalah baru," kata Djamaludin kepada awak media, belum lama ini.
"Misalnya mungkin untuk membeli barang haram atau membiayai gerakan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan negara," tambahnya.
Hal tersebut disampaikan melalui kuasa hukum Doddy, Djamaludin Koedoeboen, yang kemudian viral di media sosial.
Baca Juga: Tepis Kabar Terima Uang Asuransi Rp500 Juta, Doddy Sudrajat Tunggu Permintaan Maaf
Menurut Djamaludin, pihaknya khawatir dana donasi tersebut disalahgunakan oleh oknum tertentu. Ia menyebut, masalah baru bisa saja timbul sebagai imbas dari penggalangan donasi ini. Bahkan pihak Doddy resah bila kelak dana yang seharusnya diperuntukkan bagi Gala itu dipakai buat membeli barang haram dan mendukung hal-hal yang mengganggu stabilitas negara.
"Takut donasinya disalahgunakan untuk hal-hal yang bisa menimbulkan masalah baru," kata Djamaludin kepada awak media, belum lama ini.
"Misalnya mungkin untuk membeli barang haram atau membiayai gerakan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan negara," tambahnya.

Lihat Juga :