Mengenal Base Genep, Bumbu Tradisional Bali yang Berumur Ribuan Tahun

Minggu, 09 Januari 2022 - 11:45 WIB
loading...
Mengenal Base Genep, Bumbu Tradisional Bali yang Berumur Ribuan Tahun
Bumbu andalan masyarakat Bali, base genep, menyimpan cerita sejarah masyarakat Hindu sejak ribuan tahun lalu. Foto/IG @kemenparekraf.ri
A A A
JAKARTA - Sate lilit dan ayam betutu merupakan kuliner khas Bali yang disukai banyak turis, termasuk wisatawan mancanegara (wisman). Rasanya yang enak dan bikin nagih, selalu ngangenin sekaligus membuat wisatawan ingin berkunjung ke Bali lagi dan lagi.

Meski demikian, ternyata tidak banyak yang tahu bahwa bumbu yang digunakan dalam hidangan sate lilit dan ayam betutu itu bernama base genep. Bumbu andalan masyarakat Bali ini menyimpan cerita sejarah masyarakat Hindu sejak ribuan tahun lalu.

Baca Juga: Nikmatnya Serabi Kelapa Parut, Kuliner Tradisional Khas Desa Tambakboyo Batang

Direktur Wisata MICE Kemenparekraf Iyung Masruroh menuturkan, masakan Bali mendapatkan sentuhan budaya Hindu sehingga memiliki cita rasa yang berbeda dari ragam kuliner lain.

Sentuhan budaya dalam masakan Bali berhubungan dengan upacara keagamaan Hindu. Saat upacara berlangsung, dibutuhkan hidangan khusus yang biasa menjadi persembahan bagi para dewa. Makanan tersebut nantinya dikonsumsi bersama-sama dalam sebuah perayaan.

Base merupakan kata dalam bahasa Bali yang artinya bumbu. Masyarakat di Pulau Dewata memiliki beberapa base andalan saat memasak, salah satunya base genep.



Baca Juga: 5 Kuliner Khas Sulawesi yang Lezat, Nomor 3 Cocok untuk Sarapan

Base genep terbuat dari bawang merah, bawang putih, lengkuas, kencur, kunyit, jahe, serai, kemiri, ketumbar, cabai, terasi, daun salam, serta jeruk limau. Bumbu tradisional ini merupakan rempah warisan leluhur sejak dua ribuan tahun lalu.

Uniknya, karena zaman dulu belum tersedia timbangan makanan seperti saat ini, nenek moyang kerap menakar bumbu menggunakan jari tangan. Namun, hal tersebut sudah dilakukan turun-temurun sehingga masyarakat modern pun tetap menggunakan jari tangan untuk menakarnya.

(tsa)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2589 seconds (11.210#12.26)