Bantu Pejuang 2 Garis Biru, RSU Andhika dan Morula Luncurkan Klinik Fertilitas Indonesia
Rabu, 12 Januari 2022 - 16:00 WIB
loading...
RSU Andhika dan PT Morula Indonesia meluncurkan Klinik Fertilitas Indonesia untuk membantu para pejuang dua garis biru untuk mendapatkan buah hati. Foto/dok resmi Klinik Fertilitas Indonesia
A
A
A
JAKARTA - RSU Andhika dan PT Morula Indonesia meluncurkan Klinik Fertilitas Indonesia untuk membantu para pejuang dua garis biru untuk mendapatkan buah hati. Berlokasi di Jagakarta, Jakarta Selatan klinik ini memiliki keunggulan.
Selain tindakan inseminasi buatan atau Intrauterine Insemination (IUI), Klinik Fertilitas Indonesia RSU Andhika juga dapat melakukan pemeriksaan analisa sperma dan juga konsultasi program kehamilan.
“Semoga dengan dibukanya layanan Klinik Fertilitas Indonesia RSU Andhika dapat membantu pasangan suami istri yang mendambakan anak pada wilayah Jakarta Selatan, khususnya Kecamatan Jagakarsa. Analisa sperma dan HSG merupakan pemeriksaan dasar infertilitas; dan USG transvaginal merupakan pemeriksaan lanjutan infertilitas," ujar dr. M. Husni Shihab, Sp.OG (K), MARS melalui siaran resminya, Rabu (12/1/2022).
Salah satu program kehamilan adalah inseminasi buatan atau Intrauterine Insemination (IUI) dengan metode mendekatkan sperma yang sudah melalui proses washing sperm dengan sel telur secara natural di dalam rahim.
Tujuannya yakni meningkatkan jumlah sperma yang berhasil sampai di tuba falopi. Dengan begitu, metode ini diharapkan mampu meningkatkan kesempatan sel telur untuk dibuahi sperma.
Baca Juga: 8 Penyebab Kolesterol Tinggi yang Tak Terduga, Nomor 4 Paling Sering Dilakukan
“Indikasi pasien yang mengikuti program kehamilan dengan cara inseminasi atau Intrauterine Insemination (IUI) adalah pasien dengan kondisi seperti ovulatory dysfunction, faktor sperma (minimal 10 juta motilitas >25%), dan atau unexplained infertility," jelas dr. M. Husni Shihab.
"Sementara syarat mengikuti program inseminasi atau IUI bagi pasangan suami dan istri adalah jumlah sperma ≥ 10 juta, motilitas a+b >20%, pada wanita tuba uterine patent, usia < 40 tahun," sambungnya.
Selain tindakan inseminasi buatan atau Intrauterine Insemination (IUI), Klinik Fertilitas Indonesia RSU Andhika juga dapat melakukan pemeriksaan analisa sperma dan juga konsultasi program kehamilan.
“Semoga dengan dibukanya layanan Klinik Fertilitas Indonesia RSU Andhika dapat membantu pasangan suami istri yang mendambakan anak pada wilayah Jakarta Selatan, khususnya Kecamatan Jagakarsa. Analisa sperma dan HSG merupakan pemeriksaan dasar infertilitas; dan USG transvaginal merupakan pemeriksaan lanjutan infertilitas," ujar dr. M. Husni Shihab, Sp.OG (K), MARS melalui siaran resminya, Rabu (12/1/2022).
Salah satu program kehamilan adalah inseminasi buatan atau Intrauterine Insemination (IUI) dengan metode mendekatkan sperma yang sudah melalui proses washing sperm dengan sel telur secara natural di dalam rahim.
Tujuannya yakni meningkatkan jumlah sperma yang berhasil sampai di tuba falopi. Dengan begitu, metode ini diharapkan mampu meningkatkan kesempatan sel telur untuk dibuahi sperma.
Baca Juga: 8 Penyebab Kolesterol Tinggi yang Tak Terduga, Nomor 4 Paling Sering Dilakukan
“Indikasi pasien yang mengikuti program kehamilan dengan cara inseminasi atau Intrauterine Insemination (IUI) adalah pasien dengan kondisi seperti ovulatory dysfunction, faktor sperma (minimal 10 juta motilitas >25%), dan atau unexplained infertility," jelas dr. M. Husni Shihab.
"Sementara syarat mengikuti program inseminasi atau IUI bagi pasangan suami dan istri adalah jumlah sperma ≥ 10 juta, motilitas a+b >20%, pada wanita tuba uterine patent, usia < 40 tahun," sambungnya.
Lihat Juga :