Benarkah Alat Tes Swab Covid-19 Mengandung Ethylene Oxide Pemicu Kanker? Cek Faktanya
Senin, 17 Januari 2022 - 10:10 WIB
loading...
Alat tes swab Covid-19 dikabarkan mengandung ethylene oxide, bahan yang menyebabkan kanker. Ini dari pernyataan tenaga kesehatan yang viral di media sosial. Foto/SCMP
A
A
A
JAKARTA - Alat tes swab Covid-19 dikabarkan mengandung ethylene oxide, bahan yang bisa menyebabkan kanker . Kabar ini ramai usai pernyataan seorang tenanga kesehatan viral di media sosial .
Pernyataan itu sontak saja membuat masyarakat terkejut. Pasalnya selama pandemi Covid-19 , masyarakat diwajibkan tes swab untuk melakukan perjalanan.
Dikutip dari Instagram @faktacovid19.id, Senin (17/1/2022), ethylene oxide (EO) adalah suatu gas kimia yang sudah puluhan tahun digunakan untuk mensterilisasi alat-alat medis.
Bahan ini digunakan karena sangat efektif dalam membunuh mikroba tanpa merusak alat-alat medis tersebut. Ethylene oxide diklasifikasikan oleh Environmental Protection Agency (EPA) Amerika Serikat sebagai suatu zat yang bersifat karsinogenik atau dapat menyebabkan kanker.
Baca Juga: 6 Obat Kolesterol Paling Ampuh, Nomor 2 Harganya Murah
Hal tersebut bisa terjadi apabila dalam kadar yang tinggi dan paparan yang lama. Banyak kasus terjadi pada petugas yang bekerja bertahun-tahun terpapar gas ini dalam jumlah lebih.
Pernyataan itu sontak saja membuat masyarakat terkejut. Pasalnya selama pandemi Covid-19 , masyarakat diwajibkan tes swab untuk melakukan perjalanan.
Dikutip dari Instagram @faktacovid19.id, Senin (17/1/2022), ethylene oxide (EO) adalah suatu gas kimia yang sudah puluhan tahun digunakan untuk mensterilisasi alat-alat medis.
Bahan ini digunakan karena sangat efektif dalam membunuh mikroba tanpa merusak alat-alat medis tersebut. Ethylene oxide diklasifikasikan oleh Environmental Protection Agency (EPA) Amerika Serikat sebagai suatu zat yang bersifat karsinogenik atau dapat menyebabkan kanker.
Baca Juga: 6 Obat Kolesterol Paling Ampuh, Nomor 2 Harganya Murah
Hal tersebut bisa terjadi apabila dalam kadar yang tinggi dan paparan yang lama. Banyak kasus terjadi pada petugas yang bekerja bertahun-tahun terpapar gas ini dalam jumlah lebih.
Lihat Juga :