Kolesterol Menyerang Penderita di Banyak Negara, Ini yang Tertinggi
Kamis, 20 Januari 2022 - 16:32 WIB
loading...
Kolesterol merupakan salah satu penyakit yang paling banyak diderita namun sering kali tidak disadari oleh seseorang. Foto Ilustrasi/Sunny College of Optometry
A
A
A
JAKARTA - Kolesterol merupakan salah satu penyakit yang paling banyak diderita namun sering kali tidak disadari oleh seseorang. Pasalnya, kolesterol tinggi sama sekali tidak memiliki gejala, hingga seseorang mengetahuinya melalui cek darah.
Tubuh sejatinya membutuhkan kolesterol untuk membangun sel-sel yang sehat, tetapi jika terlalu banyak dapat menyebabkan penumpukan di pembuluh darah. Ini tentu bisa membahayakan kesehatan jika terus dibiarkan.
Baca Juga: 4 Obat China untuk Kolesterol Tinggi, Nomor Terakhir Paling Sering Dianjurkan
Kolesterol sendiri ada yang berkategori 'baik' (dikenal dengan HDL), ada juga yang 'jahat' (LDL). Kolesterol baik memiliki efek perlindungan terhadap serangan jantung dan stroke karena mampu membersihkan kelebihan kolesterol 'jahat'.
Masalah kolesterol saat ini mengancam masyarakat hampir di seluruh negara di dunia. Hal ini disimpulkan dari beberapa penelitian. Menurut data, sebanyak 102,6 juta orang dari 200 negara telah memeriksakan kadar kolesterol mereka selama periode waktu 39 tahun, dari 1980 hingga 2018.
Tubuh sejatinya membutuhkan kolesterol untuk membangun sel-sel yang sehat, tetapi jika terlalu banyak dapat menyebabkan penumpukan di pembuluh darah. Ini tentu bisa membahayakan kesehatan jika terus dibiarkan.
Baca Juga: 4 Obat China untuk Kolesterol Tinggi, Nomor Terakhir Paling Sering Dianjurkan
Kolesterol sendiri ada yang berkategori 'baik' (dikenal dengan HDL), ada juga yang 'jahat' (LDL). Kolesterol baik memiliki efek perlindungan terhadap serangan jantung dan stroke karena mampu membersihkan kelebihan kolesterol 'jahat'.
Masalah kolesterol saat ini mengancam masyarakat hampir di seluruh negara di dunia. Hal ini disimpulkan dari beberapa penelitian. Menurut data, sebanyak 102,6 juta orang dari 200 negara telah memeriksakan kadar kolesterol mereka selama periode waktu 39 tahun, dari 1980 hingga 2018.
Lihat Juga :