Vaksin Booster Terbukti Efektif Lawan Omicron, Risiko Rawat Inap Berkurang 90%
Minggu, 23 Januari 2022 - 23:00 WIB
loading...
Vaksin booster terbukti efektif melawan Covid-19 varian Omicron. Studi CDC Ini menyoroti vaksin booster mengurangi risiko rawat inap 90% terhadap Omicron. Foto/Reuters
A
A
A
JAKARTA - Vaksin booster terbukti efektif melawan Covid-19 varian Omicron . Temuan ini berdasarkan studi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) yang menyoroti vaksin booster dapat mengurangi risiko rawat inap hingga 90% terhadap Omicron.
Ini adalah studi besar pertama di AS yang melihat perlindungan vaksin terhadap Omicron. Studi ini juga menyoroti bahwa orang yang tidak divaksinasi berada pada risiko tertinggi terinfeksi Covid-19 dan dapat dirawat di rumah sakit dengan gejala yang parah.
Premis dari penelitian ini adalah efektivitas vaksin mRNA (VE) dalam mencegah Covid-19 menurun karena berkurangnya kekebalan yang diinduksi vaksin. Studi pertama mengamati hampir 88.000 rawat inap di 10 negara bagian AS dari Agustus 2021 hingga sekarang.
Ditemukan bahwa meski mendapatkan dua suntikan vaksin adalah 57% efektif untuk mencegah rawat inap terhadap Omicron, dosis penguat memberikan kekebalan yang lebih baik pada 90% ketika sudah setidaknya 6 bulan setelah suntikan kedua.
Baca Juga: Indonesia Tempati Posisi Teratas Kasus Omicron Tertinggi di Asia Tenggara
">
Ini adalah studi besar pertama di AS yang melihat perlindungan vaksin terhadap Omicron. Studi ini juga menyoroti bahwa orang yang tidak divaksinasi berada pada risiko tertinggi terinfeksi Covid-19 dan dapat dirawat di rumah sakit dengan gejala yang parah.
Premis dari penelitian ini adalah efektivitas vaksin mRNA (VE) dalam mencegah Covid-19 menurun karena berkurangnya kekebalan yang diinduksi vaksin. Studi pertama mengamati hampir 88.000 rawat inap di 10 negara bagian AS dari Agustus 2021 hingga sekarang.
Ditemukan bahwa meski mendapatkan dua suntikan vaksin adalah 57% efektif untuk mencegah rawat inap terhadap Omicron, dosis penguat memberikan kekebalan yang lebih baik pada 90% ketika sudah setidaknya 6 bulan setelah suntikan kedua.
Baca Juga: Indonesia Tempati Posisi Teratas Kasus Omicron Tertinggi di Asia Tenggara