Vaksin Booster Terbukti Efektif Lawan Omicron, Risiko Rawat Inap Berkurang 90%
Minggu, 23 Januari 2022 - 23:00 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, vaksin booster 82% efektif untuk mencegah kunjungan ke ruang gawat darurat dan pusat perawatan darurat. Sebagai perbandingan, dua dosis vaksin hanya memberikan 38% efektif jika setidaknya 6 bulan setelah suntikan kedua.
Studi kedua melihat jumlah kasus Covid-19 dan tingkat kematian di 25 negara bagian AS dari 4 April hingga 25 Desember 2021. Studi tersebut menunjukkan bahwa individu yang divaksin booster lebih kecil kemungkinannya untuk terinfeksi Omicron.
Dilansir dari India Today, Minggu (23/1/2022) studi tersebut menemukan bahwa dari sampel populasi 100 ribu orang, ada 149 kasus di antara orang-orang yang dikuatkan sementara ada 255 kasus di antara orang-orang yang menggunakan dua dosis vaksin Covid-19.
Studi ketiga, yang melibatkan ilmuwan CDC, diterbitkan dalam jurnal medis Journal of American Medical Association (JAMA). Studi tersebut menemukan bahwa orang divaksin booster 67% lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan infeksi simtomatik.
Baca Juga: 6 Fakta Dua Pasien Omicron Indonesia yang Meninggal Dunia
Namun, dua dosis tidak memberikan perlindungan yang signifikan terhadap Omicron ketika diukur beberapa bulan setelah selesainya seri aslinya.
Studi kedua melihat jumlah kasus Covid-19 dan tingkat kematian di 25 negara bagian AS dari 4 April hingga 25 Desember 2021. Studi tersebut menunjukkan bahwa individu yang divaksin booster lebih kecil kemungkinannya untuk terinfeksi Omicron.
Dilansir dari India Today, Minggu (23/1/2022) studi tersebut menemukan bahwa dari sampel populasi 100 ribu orang, ada 149 kasus di antara orang-orang yang dikuatkan sementara ada 255 kasus di antara orang-orang yang menggunakan dua dosis vaksin Covid-19.
Studi ketiga, yang melibatkan ilmuwan CDC, diterbitkan dalam jurnal medis Journal of American Medical Association (JAMA). Studi tersebut menemukan bahwa orang divaksin booster 67% lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan infeksi simtomatik.
Baca Juga: 6 Fakta Dua Pasien Omicron Indonesia yang Meninggal Dunia
Namun, dua dosis tidak memberikan perlindungan yang signifikan terhadap Omicron ketika diukur beberapa bulan setelah selesainya seri aslinya.
(dra)
Lihat Juga :