Hadapi Gelombang 3, Stok Obat Covid-19 di Indonesia Cukup
Rabu, 02 Februari 2022 - 18:45 WIB
loading...
A
A
A
“Favipiravir, remdesivir, heparin, fondaparinux, hingga azitromisin, hampir semua kebutuhan parasetamol dan sebagainya sudah tersedia cukup,” kata Tirto di RDPU dengan Komisi VI DPR, Rabu (2/2/2022).
Selain itu, dia juga menyebut jumlah stok obat Covid-19, baik untuk pasien yang bergejala ringan hingga berat. “Vitamin C, D, E, dan Zinc ada 147 juta tablet yang tersedia saat ini lho, ya. Kemudian antivirus favipiravir tersedia 91 juta tablet,” bebernya.
Tirto menyebut pula bahwa ada 11 juta tablet untuk azitromisin dan remdesivir injeksi sebanyak 403 ribu vial. “Kemudian, tocilizumab/regdanvimab juga tersedia 26 ribu tablet,” katanya.
Diproduksi hingga puluhan dan ratusan juta, Tirto mempertanyakan nasib obat Covid-19 bila pandemi berakhir. Sebab, dengan produksi itu, nilainya disebut sangat besar
“Kita ingin pandemi menurun, tetapi obat-obat ini mau dikemanakan? Dan ini nilainya besar sekali. Jadi kita swasta sudah menyiapkan seluruhnya. Tapi, nanti kalau sampai berhenti, memang kita ingin pandemi ini berhenti, tapi ada yang merasa bahwa ini berat sekali karena nilai obat ini begitu besar,” ujarnya.
Selain itu, dia juga menyebut jumlah stok obat Covid-19, baik untuk pasien yang bergejala ringan hingga berat. “Vitamin C, D, E, dan Zinc ada 147 juta tablet yang tersedia saat ini lho, ya. Kemudian antivirus favipiravir tersedia 91 juta tablet,” bebernya.
Tirto menyebut pula bahwa ada 11 juta tablet untuk azitromisin dan remdesivir injeksi sebanyak 403 ribu vial. “Kemudian, tocilizumab/regdanvimab juga tersedia 26 ribu tablet,” katanya.
Diproduksi hingga puluhan dan ratusan juta, Tirto mempertanyakan nasib obat Covid-19 bila pandemi berakhir. Sebab, dengan produksi itu, nilainya disebut sangat besar
“Kita ingin pandemi menurun, tetapi obat-obat ini mau dikemanakan? Dan ini nilainya besar sekali. Jadi kita swasta sudah menyiapkan seluruhnya. Tapi, nanti kalau sampai berhenti, memang kita ingin pandemi ini berhenti, tapi ada yang merasa bahwa ini berat sekali karena nilai obat ini begitu besar,” ujarnya.
(tsa)
Lihat Juga :