Film Pendek Amarah Amara, Mengubah Energi Negatif Menjadi Positif
Jum'at, 04 Februari 2022 - 15:02 WIB
loading...
Film pendek Amarah Amara memberi pesan bahwa berbuat baik pada orang jahat jauh lebih baik bagi korban. Foto/Genflix
A
A
A
JAKARTA - Bisakah kamu membalas kebencian pada seseorang yang merisakmu menjadi sebuah kebaikan?
Jika dijawab secara bijak, tentunya harus bisa. Alih-alih tenggelam dalam kesedihan apalagi berniat membalasnya dengan tindakan yang lebih jahat. Pepatah “eye for an eye" tampaknya tak berlaku karena sejatinya menyiram minyak ke dalam api menyala justru akan membakar kedua orangnya.
Hal ini juga yang dikisahkan dalam film pendek Genflix berdurasi 11 menit berjudul Amarah Amara. Kekesalan yang Amara terima, ketika ia membalasnya dengan perbuatan baik, justru menyelamatkan kedua pihak, bahkan Amara mendapat “hadiah” tak terduga. Walaupun terkesan menggurui, tayangan seperti ini jelas sesuatu yang sangat dibutuhkan masyarakat saat ini.
![Film Pendek Amarah Amara, Mengubah Energi Negatif Menjadi Positif]()
Foto: Genflix
Bayangkan jika dendam menahun akibat perisakan verbal dilampiaskan dengan kekerasan, yang dituduh sebagai pelaku justru si korban. Walaupun berdalih membela diri karena disakiti, tidak semudah itu masalah diselesaikan. Maka pilihan yang paling bijak adalah belajar memaafkan dan membuktikan pada pelaku perundung bahwa kita bisa lebih baik daripada mereka.
Jika dijawab secara bijak, tentunya harus bisa. Alih-alih tenggelam dalam kesedihan apalagi berniat membalasnya dengan tindakan yang lebih jahat. Pepatah “eye for an eye" tampaknya tak berlaku karena sejatinya menyiram minyak ke dalam api menyala justru akan membakar kedua orangnya.
Hal ini juga yang dikisahkan dalam film pendek Genflix berdurasi 11 menit berjudul Amarah Amara. Kekesalan yang Amara terima, ketika ia membalasnya dengan perbuatan baik, justru menyelamatkan kedua pihak, bahkan Amara mendapat “hadiah” tak terduga. Walaupun terkesan menggurui, tayangan seperti ini jelas sesuatu yang sangat dibutuhkan masyarakat saat ini.

Foto: Genflix
Bayangkan jika dendam menahun akibat perisakan verbal dilampiaskan dengan kekerasan, yang dituduh sebagai pelaku justru si korban. Walaupun berdalih membela diri karena disakiti, tidak semudah itu masalah diselesaikan. Maka pilihan yang paling bijak adalah belajar memaafkan dan membuktikan pada pelaku perundung bahwa kita bisa lebih baik daripada mereka.
Lihat Juga :