Lebih Paham Berkat Film tentang Kekerasan Seksual
Sabtu, 05 Februari 2022 - 07:30 WIB
loading...
A
A
A
Ada pula Regita Cahaya, mahasiswi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini merupakan penonton film kekerasan seksual asal Korea yang diangkat dari kisah nyata, Hope (2013). Dalam film tersebut, Regita sangat terkesan dengan ayah korban yang berjuang untuk memulihkan mental sang anak, karena setelah dilecehkan, anaknya menjadi takut pada semua laki-laki, tak terkecuali sang ayah.
Regita pun menjadi lebih paham bahwa pelecehan dapat terjadi di mana saja. Ia pun mengartikan, bahwa kekuatan pendukung, seperti kasih sayang keluarga dapat membantu memulihkan korban. “Korban harus berani melawan walau sulit dan banyak rintangan,” ucap Regita.
Baca Juga: 10 Karakter Ayah Terburuk di Sepanjang Sejarah Anime
Selanjutnya, Furqon Iqli Zainudin yang merupakan mahasiswa Universitas Muhammadiyah. Ia menonton film dokumenter mengenai kekerasan seksual yang terjadi di kampus, yaitu The Hunting Ground (2015).
Film ini punya kesan tersendiri bagi dirinya karena ia kagum dengan ketegaran korban pemerkosaan di kampus tersebut. “Saya jadi lebih berhati-hati dalam berteman dan menjaga kodrat seorang perempuan, baik di lingkungan kampus maupun di luar,” pungkas Furqon.
GenSINDO
Sekar Rahmadiana Ihsan
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Regita pun menjadi lebih paham bahwa pelecehan dapat terjadi di mana saja. Ia pun mengartikan, bahwa kekuatan pendukung, seperti kasih sayang keluarga dapat membantu memulihkan korban. “Korban harus berani melawan walau sulit dan banyak rintangan,” ucap Regita.
Baca Juga: 10 Karakter Ayah Terburuk di Sepanjang Sejarah Anime
Selanjutnya, Furqon Iqli Zainudin yang merupakan mahasiswa Universitas Muhammadiyah. Ia menonton film dokumenter mengenai kekerasan seksual yang terjadi di kampus, yaitu The Hunting Ground (2015).
Film ini punya kesan tersendiri bagi dirinya karena ia kagum dengan ketegaran korban pemerkosaan di kampus tersebut. “Saya jadi lebih berhati-hati dalam berteman dan menjaga kodrat seorang perempuan, baik di lingkungan kampus maupun di luar,” pungkas Furqon.
GenSINDO
Sekar Rahmadiana Ihsan
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
(ita)
Lihat Juga :