Lebih Paham Berkat Film tentang Kekerasan Seksual
Sabtu, 05 Februari 2022 - 07:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Waspada! Ini Jenis-jenis Pelecehan Seksual di Ranah Digital yang Harus Kamu Tahu
Film yang diperankan oleh Marsha Timothy ini telah meraup sebanyak 19 penghargaan, di antaranya mendapatkan Piala Citra (FFI) untuk film cerita panjang terbaik, Indonesian Movie Actors Award untuk pemeran utama wanita terbaik, Piala Citra untuk penulis skenario asli terbaik, dan Piala Maya untuk aktris utama terbaik.
Menumbuhkan Empati dan Semangat Juang
Film-film bertema kekerasan seksual sebenarnya bisa dipakai sebagai sarana edukasi dan pengetahuan. Film-film mengenai kasus kekerasan seksual mampu membuka mata masyarakat tentang adanya kasus kekerasan seksual. Selain itu juga menumbuhkan empati dan kewaspadaan mengenai kekerasan seksual.
Ini seperti yang dirasakan Nabilla Riyadi, mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta. Ia adalah penonton film Penyalin Cahaya (2021) dan Speak (2004). Setelah menonton kedua film tersebut, ia mengaku menjadi lebih berhati-hati terhadap orang lain, baik yang ia kenali, maupun yang tidak ia kenal. Ia pun memilih untuk memperkaya pengetahuan tentang pendidikan seks.
“Saya berprinsip bila saya mengalami, bahkan melihat kejadian pemerkosaan atau pelecehan seksual, akan melapor kepada pihak yang berwenang. Selagi saya dan korban tidak salah, akan saya perjuangkan untuk mendapat keadilan,” ujar Nabilla.
![Lebih Paham Berkat Film tentang Kekerasan Seksual]()
Film Speak. Foto: Showtime Networks Inc.
Film yang diperankan oleh Marsha Timothy ini telah meraup sebanyak 19 penghargaan, di antaranya mendapatkan Piala Citra (FFI) untuk film cerita panjang terbaik, Indonesian Movie Actors Award untuk pemeran utama wanita terbaik, Piala Citra untuk penulis skenario asli terbaik, dan Piala Maya untuk aktris utama terbaik.
Menumbuhkan Empati dan Semangat Juang
Film-film bertema kekerasan seksual sebenarnya bisa dipakai sebagai sarana edukasi dan pengetahuan. Film-film mengenai kasus kekerasan seksual mampu membuka mata masyarakat tentang adanya kasus kekerasan seksual. Selain itu juga menumbuhkan empati dan kewaspadaan mengenai kekerasan seksual.
Ini seperti yang dirasakan Nabilla Riyadi, mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta. Ia adalah penonton film Penyalin Cahaya (2021) dan Speak (2004). Setelah menonton kedua film tersebut, ia mengaku menjadi lebih berhati-hati terhadap orang lain, baik yang ia kenali, maupun yang tidak ia kenal. Ia pun memilih untuk memperkaya pengetahuan tentang pendidikan seks.
“Saya berprinsip bila saya mengalami, bahkan melihat kejadian pemerkosaan atau pelecehan seksual, akan melapor kepada pihak yang berwenang. Selagi saya dan korban tidak salah, akan saya perjuangkan untuk mendapat keadilan,” ujar Nabilla.

Film Speak. Foto: Showtime Networks Inc.
Lihat Juga :