Jauh dari Kerumunan, 5 Objek Wisata Alam di Jabar Ini Pas Dikunjungi Keluarga di Akhir Pekan
Minggu, 06 Februari 2022 - 07:08 WIB
loading...
A
A
A
Pantai Pangumbahan ini terletak di Desa Gunungbatu, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. Bebatuan tertua di Jabar yang berada di sekitar garis Pantai Pangumbahan menghasilkan kuarsa atau pasir silika yang biasa digunakan sebagai penyaring alami saluran air.
Menariknya, pasir silika yang terlihat putih dan bersih ini akan memancarkan kemilau saat dipayungi sinar matahari. Warga sekitar dan wisatawan bisa memanfaatkan pasir silika ini untuk bermain voli pasir.
Pantai Pangumbahan ini juga merupakan habitat penyu hijau. Di sini, penyu-penyu hijau berlalu-lalang dan bertelur. Wisatawan bisa mendokumentasikan proses pelepasan hewan yang dilindungi ini ke laut lepas.
Sebagai pengingat, wisatawan diimbau hati-hati, jangan sampai mengganggu kelangsungan hidup penyu tersebut. Keberadaan penyu-penyu ini juga dikarenakan kondisi di Pantai Pangumbahan yang masih alami. Oleh karena itu, di sana masih belum banyak penginapan atau hotel-hotel untuk menampung wisatawan.
Lain halnya dengan Pantai Pangandaran atau Palabuharatu yang ramai dikunjungi wisatawan, Pangumbahan terbilang belum begitu ramai. Hal itu membuat pantai ini sangat cocok bagi wisatawan yang ingin menenangkan diri.
Baca Juga: Eksotis Wisata Alam Nampan, Panorama Gunung Sumbing Manjakan Wisatawan Berswafoto
Untuk mencapai tempat ini, wisatawan memerlukan kendaraan yang prima. Sebab, perjalanan dari Kota Sukabumi ke Pangumbahan berjarak 109.5 km dengan waktu tempuh sekitar 3 jam 47 menit via Jampang Kulon-Ujung Genteng.
Sementara itu jika pengunjung memulai perjalanan dari Bandung maka bisa melewati Cianjur-Sukabumi-Jampang Tengah-Jampang Kulon-Surade-Ujung Genteng-Gunungbatu. Perjalanan akan memakan waktu kurang lebih 7 jam 30 menit dengan jarak tempuh kurang lebih 205,5 km.
3. Terasering Panyaweuyan, Kabupaten Majalengka
![Jauh dari Kerumunan, 5 Objek Wisata Alam di Jabar Ini Pas Dikunjungi Keluarga di Akhir Pekan]()
Objek wisata tak melulu soal air terjun, pantai atau pegunungan. Dengan sentuhan kreativitas, terasering pun bisa disulap menjadi destinasi liburan yang bisa masuk ke catatan berlibur wisatawan di akhir pekan.
Adalah Terasering Panyaweuyan yang terletak di Desa Sukasari Kidul, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka. Obyek wisata ini menyajikan pemandangan terasering hijau dari atas ketinggian 2.000 mdpl.
Wisatawan bisa merasakan atmosfer pegunungan dengan pepohonan rindang dan tanaman hijau. Suguhan pemandangan berupa lansekap Majalengka dan Gunung Ciremai yang asri juga bikin wisatawan betah berlama-lama di sana.
Pemandangan indah Terasering Panyaweuyan menjadi hal yang dinanti oleh wisatawan. Wisatawan memanfaatkan momen ini untuk berfoto dengan background hamparan hijaunya daun bawang. Wisatawan juga bisa membeli hasil panen berupa bawang putih, bawang merah, padi, dan ubi jalar.
Harga tiketnya pun tak terlalu mahal, yakni kurang dari Rp10.000. Sedangkan, parkir kendaraan dibanderol Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil.
Bagi yang berburu foto, disarankan untuk datang ke Panyaweuyan pada pagi atau menjelang sorea hari. Pasalnya, langit pagi yang biru dan langit senja yang jingga akan menambah warna foto hasil jepretan Anda.
Panyaweuyan ini berada di atas perbukitan. Karenanya, wisatawan disarankan membawa kendaraan dengan kondisi mesin yang prima sebab rute yang ditempuh berupa tanjakan dan kelokan.
Dari pusat kota Majalengka, Lembah Panyaweuyan ini bisa ditempuh dengan durasi waktu kurang lebih 51 menit dengan jarak tempuh 19,9 km via Jalan Majalengka-Cikijing.
Menariknya, pasir silika yang terlihat putih dan bersih ini akan memancarkan kemilau saat dipayungi sinar matahari. Warga sekitar dan wisatawan bisa memanfaatkan pasir silika ini untuk bermain voli pasir.
Pantai Pangumbahan ini juga merupakan habitat penyu hijau. Di sini, penyu-penyu hijau berlalu-lalang dan bertelur. Wisatawan bisa mendokumentasikan proses pelepasan hewan yang dilindungi ini ke laut lepas.
Sebagai pengingat, wisatawan diimbau hati-hati, jangan sampai mengganggu kelangsungan hidup penyu tersebut. Keberadaan penyu-penyu ini juga dikarenakan kondisi di Pantai Pangumbahan yang masih alami. Oleh karena itu, di sana masih belum banyak penginapan atau hotel-hotel untuk menampung wisatawan.
Lain halnya dengan Pantai Pangandaran atau Palabuharatu yang ramai dikunjungi wisatawan, Pangumbahan terbilang belum begitu ramai. Hal itu membuat pantai ini sangat cocok bagi wisatawan yang ingin menenangkan diri.
Baca Juga: Eksotis Wisata Alam Nampan, Panorama Gunung Sumbing Manjakan Wisatawan Berswafoto
Untuk mencapai tempat ini, wisatawan memerlukan kendaraan yang prima. Sebab, perjalanan dari Kota Sukabumi ke Pangumbahan berjarak 109.5 km dengan waktu tempuh sekitar 3 jam 47 menit via Jampang Kulon-Ujung Genteng.
Sementara itu jika pengunjung memulai perjalanan dari Bandung maka bisa melewati Cianjur-Sukabumi-Jampang Tengah-Jampang Kulon-Surade-Ujung Genteng-Gunungbatu. Perjalanan akan memakan waktu kurang lebih 7 jam 30 menit dengan jarak tempuh kurang lebih 205,5 km.
3. Terasering Panyaweuyan, Kabupaten Majalengka

Objek wisata tak melulu soal air terjun, pantai atau pegunungan. Dengan sentuhan kreativitas, terasering pun bisa disulap menjadi destinasi liburan yang bisa masuk ke catatan berlibur wisatawan di akhir pekan.
Adalah Terasering Panyaweuyan yang terletak di Desa Sukasari Kidul, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka. Obyek wisata ini menyajikan pemandangan terasering hijau dari atas ketinggian 2.000 mdpl.
Wisatawan bisa merasakan atmosfer pegunungan dengan pepohonan rindang dan tanaman hijau. Suguhan pemandangan berupa lansekap Majalengka dan Gunung Ciremai yang asri juga bikin wisatawan betah berlama-lama di sana.
Pemandangan indah Terasering Panyaweuyan menjadi hal yang dinanti oleh wisatawan. Wisatawan memanfaatkan momen ini untuk berfoto dengan background hamparan hijaunya daun bawang. Wisatawan juga bisa membeli hasil panen berupa bawang putih, bawang merah, padi, dan ubi jalar.
Harga tiketnya pun tak terlalu mahal, yakni kurang dari Rp10.000. Sedangkan, parkir kendaraan dibanderol Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil.
Bagi yang berburu foto, disarankan untuk datang ke Panyaweuyan pada pagi atau menjelang sorea hari. Pasalnya, langit pagi yang biru dan langit senja yang jingga akan menambah warna foto hasil jepretan Anda.
Panyaweuyan ini berada di atas perbukitan. Karenanya, wisatawan disarankan membawa kendaraan dengan kondisi mesin yang prima sebab rute yang ditempuh berupa tanjakan dan kelokan.
Dari pusat kota Majalengka, Lembah Panyaweuyan ini bisa ditempuh dengan durasi waktu kurang lebih 51 menit dengan jarak tempuh 19,9 km via Jalan Majalengka-Cikijing.
Lihat Juga :