9 Film Lama Marvel yang Sama Bagusnya dengan Franchise MCU
Rabu, 09 Februari 2022 - 22:27 WIB
loading...
A
A
A
7. Daredevil
![9 Film Lama Marvel yang Sama Bagusnya dengan Franchise MCU]()
Ketika dirilis pada 2003, Daredevil dicaci maki kritikus dan penggemar karena lajunya yang terburu-buru, plot yang tidak selesai dan gertakan ompongnya. Ini kemudian dijawab di director’s cut di DVD. Versi ini dianggap lebih baik. Versi ini bahkan dianggap sebagai salah satu film supehero terbaik di masanya.
Selain director’s cut, Daredevil diangkat oleh cast kuatnya, visual uniknya, aksinya dan bagaimana mereka sepenuhnya mengadaptasi komik. Meskipun dibuat sebaik serial Daredevil di Netflix, film ini masih menjual kreativitas dan imajinasi realism kelam komiknya. Untungnya, versi director’s cut Daredevil itu punya semuanya.
6. X-Men
![9 Film Lama Marvel yang Sama Bagusnya dengan Franchise MCU]()
Diluncurkan dua tahun sebelum Spider-Man, X-Men membantu memandu hype superhero Milenium Baru. Spider-Man (2202) dengan bangga merangkul keanehan materi sumbernya, tapi X-Men pergi ke arah sebaliknya. Alih-alih menjadi petualangan fantastis, para mutan diam-diam memperjuangkan masa depan mereka dalam setting kontemporer.
Sementara tren gelap dan kelam melampaui sambutannya, X-Men adalah salah satu film superhero pertama yang melegitimasi estetika. Meskipun ada skandal di luar yang mengaitkan sutradara kontroversialnya, X-Men tetap bertahan. Ini semua berkat cast ansambel yang mengagumkan, aksinya dan komentarnya atas beragam isu seperti identitas dan ras.
5. X2: X-Men United
![9 Film Lama Marvel yang Sama Bagusnya dengan Franchise MCU]()
Hanya sedikit film superhero yang memperlihatkan pahlawan dan musuhnya bertarung bersama untuk menghadapi ancaman yang lebih kuat. Ini adalah plot yang jarang dipakai. X2: X-Men United adalah satu dari sedikit cerita tersebut. X2 melakukan pekerjaannya sebagai sekuel dan film keroyokan yang degnan baik sampai kedatangan Captain America: Civil War.
Diangkat dari peristiwa God Loves, Man Kills, X2 membawa kembali bintang asli dan menambahkan banyak lagi. Meski cast-nya bertambah besar, X2 menyeimbangkan masa layar semuanya dengan memaparkan karakter yang sudah mapan dan memperkenalkan karakter baru. X2 lebih padat aksi dan menarik ketimbang pendahulunya.
4. The Wolverine
![9 Film Lama Marvel yang Sama Bagusnya dengan Franchise MCU]()
Menyusul kesuksesan X-Men, masuk akal bagi studio untuk memperluas franchise dan bintang karakter terpopulernya, Wolverine. Sementara Logan dianggap sebagai masa terbaik Hugh Jackman sebagai Wolverine, The Wolverine cenderung diabaikan. Ini memalukan karena The Wolverine membuat banyak hal benar.
Dengan banyak cara, The Wolverine adalah perantara sempurna antara X-Men Origins: Wolverine yang so-bad-it’s-good dan Logan yang tragis. The Wolverine tidak takut menggunakan keanehan komik seperti mutan dan ninja demi mempelajari pria yang tidak bisa mati.

Ketika dirilis pada 2003, Daredevil dicaci maki kritikus dan penggemar karena lajunya yang terburu-buru, plot yang tidak selesai dan gertakan ompongnya. Ini kemudian dijawab di director’s cut di DVD. Versi ini dianggap lebih baik. Versi ini bahkan dianggap sebagai salah satu film supehero terbaik di masanya.
Selain director’s cut, Daredevil diangkat oleh cast kuatnya, visual uniknya, aksinya dan bagaimana mereka sepenuhnya mengadaptasi komik. Meskipun dibuat sebaik serial Daredevil di Netflix, film ini masih menjual kreativitas dan imajinasi realism kelam komiknya. Untungnya, versi director’s cut Daredevil itu punya semuanya.
6. X-Men

Diluncurkan dua tahun sebelum Spider-Man, X-Men membantu memandu hype superhero Milenium Baru. Spider-Man (2202) dengan bangga merangkul keanehan materi sumbernya, tapi X-Men pergi ke arah sebaliknya. Alih-alih menjadi petualangan fantastis, para mutan diam-diam memperjuangkan masa depan mereka dalam setting kontemporer.
Sementara tren gelap dan kelam melampaui sambutannya, X-Men adalah salah satu film superhero pertama yang melegitimasi estetika. Meskipun ada skandal di luar yang mengaitkan sutradara kontroversialnya, X-Men tetap bertahan. Ini semua berkat cast ansambel yang mengagumkan, aksinya dan komentarnya atas beragam isu seperti identitas dan ras.
5. X2: X-Men United

Hanya sedikit film superhero yang memperlihatkan pahlawan dan musuhnya bertarung bersama untuk menghadapi ancaman yang lebih kuat. Ini adalah plot yang jarang dipakai. X2: X-Men United adalah satu dari sedikit cerita tersebut. X2 melakukan pekerjaannya sebagai sekuel dan film keroyokan yang degnan baik sampai kedatangan Captain America: Civil War.
Diangkat dari peristiwa God Loves, Man Kills, X2 membawa kembali bintang asli dan menambahkan banyak lagi. Meski cast-nya bertambah besar, X2 menyeimbangkan masa layar semuanya dengan memaparkan karakter yang sudah mapan dan memperkenalkan karakter baru. X2 lebih padat aksi dan menarik ketimbang pendahulunya.
4. The Wolverine

Menyusul kesuksesan X-Men, masuk akal bagi studio untuk memperluas franchise dan bintang karakter terpopulernya, Wolverine. Sementara Logan dianggap sebagai masa terbaik Hugh Jackman sebagai Wolverine, The Wolverine cenderung diabaikan. Ini memalukan karena The Wolverine membuat banyak hal benar.
Dengan banyak cara, The Wolverine adalah perantara sempurna antara X-Men Origins: Wolverine yang so-bad-it’s-good dan Logan yang tragis. The Wolverine tidak takut menggunakan keanehan komik seperti mutan dan ninja demi mempelajari pria yang tidak bisa mati.
Lihat Juga :