Benny Likumahuwa & Dokumentasi Jazz Indonesia

Sabtu, 13 Juni 2020 - 09:03 WIB
loading...
Benny Likumahuwa & Dokumentasi...
Eddy Koko (kiri) bersama dua tokoh musik jazz Indonesia, Indra Lesmana (kanan) dan almarhum Benny Likumahua (tengah) dalam acara diskusi musik jazz di Jakarta. Foto/Istimewa.
A A A
JAKARTA - Suatu waktu di panggung, sambil memegang trombone, Benny Likumahuwa memperkenalkan pemain conga. "Nah, ini yang main perkusi, Dullah Suweileh, dari Padang!" Penonton saling toleh, saling pandang. Dullah dari Padang? Sejenak kemudian Benny, menjelaskan, “dari Padang Pasir". lanjutnya. Bukan hanya penonton tertawa, Dulah, legenda conga Indonesia yang, memang, punya wajah Timur Tengah itu pun terkekeh-kekeh.

Suasana segar selalu ada di balik panggung pertunjukan jika ada Benny Likumahuwa. Alih-alih bahas lagu apa yang akan mereka mainkan nanti, saat giliran naik panggung. Mereka justru bicara seputar humor yang membuat semuanya terbahak-bahak. "Main jazz itu, ya, spontan. Tidak perlu latihan untuk tampil. Setiap permainan, walau judul lagu yang dimainkan sama dengan semenit yang lalu, pasti berbeda bentuknya ketika dimainkan lagi. Itulah jazz," kata Benny Likumahuwa.

Pesan WhatsApp yang masuk ke telpon genggam pada Selasa pagi (9/6) membuat saya tersentak, walau tahu bahwa Benny Likumahuwa sejak dua tahun ini harus menjalani cuci darah setiap hari Senin dan Kamis. Benny Liku atau BL, begitu biasa dipanggil, telah wafat karena sakit pada usia 74 tahun. Satu persatu tokoh jazz senior Indonesia dipanggil pulang oleh Tuhan. Mereka adalah saksi sekaligus pemain dalam perkembangan dunia musik jazz Indonesia sejak era enampuluhan, ketika rekaman masih menggunakan priringan hitam sampai digital sekarang. (Baca juga: Nuca Buatkan Lagu Romantis untuk Lyodra ).

Setiap manusia akan kembali ke alam baka. Tetapi banyak manusia hebat tidak meninggalkan dokumentasi sehingga ilmunya, permainnannya, karyanya sulit dipelajari atau diikuti generasi kemudian. Terutama dunia seni musik Indonesia minim memiliki dokumentasi karya dan permainan mereka sang legenda. Contohnya, dokumentasi tentang karya Bing Slamet, Ismail Marzuki, Benyamin Sueb dan lainnya, susah dicari. Beruntung ada orang lain yang sempat menyimpan secara personal tetapi juga tidak banyak dan kondisinya sebagian rusak. Dokumentasi permainan musik jazz Indonesia, seperti Jack Lesmana, Bubi Chen, Bill Saragih, Maryono, Dulah Suweileh dan masih banyak lainnya lebih memprihatinkan lagi. Sebagian besar tidak ada dokumentasinya.

Mengapa dokumentasi musik jazz Indonesia sangat minim? Dalam pandangan Benny Likumahua, salah satu faktornya, karena banyak pengusaha rekaman senang melakukan intervensi dalam karya atau permainan musik jazz yang akan direkam. Cara ini mengganggu kreatifitas musisi jazz sehingga tidak berkembang dalam memainkan musiknya. “Musisi jazz itu kebanyakan memiliki idealisme kuat. Kalau main pakai diatur-atur, ya, malas. Akibatnya, seperti sekarang ini, dokumentasi kurang bahkan tidak ada,” kata Benny Likumahua, suatu hari, ketika ngobrol di kediamannya, Tangerang Selatan. Yang dimaksud Benny Likumahua tentang pengusaha rekaman intervensi adalah agar membuat musik jazz berbau pop atau sesuai dengan selera banyak masyarakat sehingga laku di pasaran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rafi Sudirman Sambangi...
Rafi Sudirman Sambangi 5 Kota Indonesia, Hadirkan Konser Intim dan Personal
Ziva Magnolya Keluar...
Ziva Magnolya Keluar dari Zona Nyaman di Java Jazz Festival 2026, Nyanyikan 'Spain'
Pecah! Hari Pertama...
Pecah! Hari Pertama Java Jazz Festival 2026 Diserbu Ribuan Penonton
Slank Bakal Tampil Beda...
Slank Bakal Tampil Beda di Java Jazz Festival 2026, Lagu-lagu Dirombak Total
Pink Aggato Rilis Dari...
Pink Aggato Rilis Dari Bali, Lagu Penguat untuk Pejuang Rantau
Rasakan Titik Terendah...
Rasakan Titik Terendah Hidup, Sembilan Tera Curhat di Mini Album Sementara Itu
Suaraga 2026 Hadir di...
Suaraga 2026 Hadir di Solo, Padukan Musik, Wellness, dan Budaya dalam Satu Festival
478 Siswa Tampil dalam...
478 Siswa Tampil dalam Konser Legacy of Stars, Tandai 25 Tahun Bina Bangsa School
Sorak Sorai Fest 2025,...
Sorak Sorai Fest 2025, Perayaan Musik Akhir Tahun Meriah Bersama MNC Life
Rekomendasi
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Raymond/Joaquin Kalah,...
Raymond/Joaquin Kalah, Merah Putih Tanpa Gelar di Indonesia Open 2026
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
Berita Terkini
Dokter Ungkap Cara Lepas...
Dokter Ungkap Cara Lepas dari Obat Darah Tinggi, Begini Caranya!
Film Menjadi Medium...
Film Menjadi Medium Inklusi, Empati, dan Ruang Kolaborasi bagi Anak Muda Indonesia
Tak Suka Film Horor,...
Tak Suka Film Horor, Rano Karno Nonton 'Ghost in the Cell' karena Dibujuk Istri
Kim Ji Yeon dan Park...
Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Adu Akting dalam Drama Fantasi Romantis Baru: Dive Into You
Sinopsis The Fallen...
Sinopsis The Fallen Fighter Returns, Kisah Petinju yang Bangkit Setelah Dikhianati
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Baskara Putra Mengeluh Harga Alat Musik Naik
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved