Hari Valentine, Ini Sejarah, Makna dan Perayaannya
Senin, 14 Februari 2022 - 06:03 WIB
loading...
A
A
A
Kaisar Claudius II menentang pernikahan pria lajang dan memerintahkan agar Santo Valentine dipenggal. Eksekusi terjadi pada 14 Februari. Dikatakan juga bahwa ketika Santo Valentine dipenjara, dia merawat putri buta sipir penjara dan bahkan menulis kartu yang bertuliskan 'dari Valentine Anda'.
Pada abad ke-5, Paus Gelasius mengusir ritual Lupercalia dan menggabungkannya dengan Hari St. Valentine. Setelah ritual hilang, perayaan Hari St. Valentine tumbuh lebih romantis. Festival menjadi semua tentang cinta dan keintiman. Penyair populer seperti Geoffrey Chaucer dan William Shakespeare juga mulai mempopulerkan hari ini dengan menulis hal-hal manis tentang cinta dan gairah.
Kartu buatan sendiri dipertukarkan sebagai tanda cinta dan penghargaan. Tradisi masuk ke abad ke-19 dan revolusi industri memungkinkan untuk menghasilkan sejumlah kartu untuk acara tersebut. Sejak itu, Hari Valentine dirayakan dengan penuh kasih sayang dengan bertukar kartu, hadiah, dan bunga untuk mengungkapkan cinta kepada orang yang dicintai.
Di sisi lain, Hari Valentine adalah perayaan cinta. Orang-orang mengakui perasaan mereka kepada kekasih dan memberi tahu betapa mereka dikagumi. Pasangan membuat satu sama lain merasa istimewa dengan menghujani kehangatan dan kasih sayang.
Baca Juga: 10 Hotel di Indonesia dengan Restoran Romantis untuk Rayakan Valentine
Hadiah seperti harapan dan mawar merah biasanya diberikan kepada orang penting lainnya sebagai simbol keindahan dan cinta. Perayaan modern termasuk kencan romantis dan makan malam dengan cahaya lilin.
Pada abad ke-5, Paus Gelasius mengusir ritual Lupercalia dan menggabungkannya dengan Hari St. Valentine. Setelah ritual hilang, perayaan Hari St. Valentine tumbuh lebih romantis. Festival menjadi semua tentang cinta dan keintiman. Penyair populer seperti Geoffrey Chaucer dan William Shakespeare juga mulai mempopulerkan hari ini dengan menulis hal-hal manis tentang cinta dan gairah.
Kartu buatan sendiri dipertukarkan sebagai tanda cinta dan penghargaan. Tradisi masuk ke abad ke-19 dan revolusi industri memungkinkan untuk menghasilkan sejumlah kartu untuk acara tersebut. Sejak itu, Hari Valentine dirayakan dengan penuh kasih sayang dengan bertukar kartu, hadiah, dan bunga untuk mengungkapkan cinta kepada orang yang dicintai.
Di sisi lain, Hari Valentine adalah perayaan cinta. Orang-orang mengakui perasaan mereka kepada kekasih dan memberi tahu betapa mereka dikagumi. Pasangan membuat satu sama lain merasa istimewa dengan menghujani kehangatan dan kasih sayang.
Baca Juga: 10 Hotel di Indonesia dengan Restoran Romantis untuk Rayakan Valentine
Hadiah seperti harapan dan mawar merah biasanya diberikan kepada orang penting lainnya sebagai simbol keindahan dan cinta. Perayaan modern termasuk kencan romantis dan makan malam dengan cahaya lilin.
Lihat Juga :