Anger Issues, Marah yang Meledak-ledak dan Terlalu Sering Terjadi
Sabtu, 19 Februari 2022 - 07:40 WIB
loading...
A
A
A
Marah menyebabkan gangguan fisik dan emosional. Orang yang marah secara normal dengan orang yang memiliki masalah menangani kemarahannya alias punya anger issues memiliki perbedaan dalam menyikapi masalah yang dihadapinya.
Baca Juga: Ciri-ciri Orang dengan Harga Diri Rendah, Bisa saling Bertolak Belakang
Orang dengan kemarahan biasa umumnya hanya marah sesaat. Namun seseorang yang memiliki anger issues biasanya memiliki ciri-ciri dengan gejala tertentu yang terjadi berulang. Untuk gangguan fisik, umumnya akan ada peningkatan tekanan darah, peningkatan denyut jantung, sensasi kesemutan, dan ketegangan otot.
Sementara untuk gangguan emosional muncul sifat lekas marah, frustasi, kecemasan, kemarahan, merasa kewalahan, dan rasa bersalah.
![Anger Issues, Marah yang Meledak-ledak dan Terlalu Sering Terjadi]()
Foto: Shutterstock
EZ, yang mengaku mengalami anger issues, mengatakan kemarahannya yang meledak-ledak timbul karena ada perubahan suasana di rumahnya yang dulunya harmonis kini menjadi berubah. Sementara FD mengatakan masalah anger issues-nya muncul karena ia selalu perfeksionis. Didikan orang tua yang keras juga menurutnya berperan dalam masalah ini.
Menurut FD dan EZ, mereka sangat mudah marah terhadap hal-hal kecil. FD misalnya, bisa marah besar hanya karena pintu kamar tidak tertutup. Ada kesalahan pada tulisan juga bisa membuatnya membanting pulpen, juga saat ponselnya hang. Melihat orang-orang yang tidak bisa mengerjakan hal sepele juga membuat mereka frustasi dan marah.
“Mood terpengaruh, dan kalau sudah ofensif bikin hubungan dengan teman jadi renggang dalam beberapa waktu,” ujar FD. Sementara EZ menyebut sikapnya jadi terkesan bossy. “Tapi kalau keluarga atau pacar, mereka memaklumi karena sudah paham,” ucap EZ yang menyebut bahwa orang-orang terdekatnya itu juga yang sering menasehatinya soal masalah ini.
Baca Juga: Ciri-ciri Orang dengan Harga Diri Rendah, Bisa saling Bertolak Belakang
Orang dengan kemarahan biasa umumnya hanya marah sesaat. Namun seseorang yang memiliki anger issues biasanya memiliki ciri-ciri dengan gejala tertentu yang terjadi berulang. Untuk gangguan fisik, umumnya akan ada peningkatan tekanan darah, peningkatan denyut jantung, sensasi kesemutan, dan ketegangan otot.
Sementara untuk gangguan emosional muncul sifat lekas marah, frustasi, kecemasan, kemarahan, merasa kewalahan, dan rasa bersalah.

Foto: Shutterstock
EZ, yang mengaku mengalami anger issues, mengatakan kemarahannya yang meledak-ledak timbul karena ada perubahan suasana di rumahnya yang dulunya harmonis kini menjadi berubah. Sementara FD mengatakan masalah anger issues-nya muncul karena ia selalu perfeksionis. Didikan orang tua yang keras juga menurutnya berperan dalam masalah ini.
Menurut FD dan EZ, mereka sangat mudah marah terhadap hal-hal kecil. FD misalnya, bisa marah besar hanya karena pintu kamar tidak tertutup. Ada kesalahan pada tulisan juga bisa membuatnya membanting pulpen, juga saat ponselnya hang. Melihat orang-orang yang tidak bisa mengerjakan hal sepele juga membuat mereka frustasi dan marah.
“Mood terpengaruh, dan kalau sudah ofensif bikin hubungan dengan teman jadi renggang dalam beberapa waktu,” ujar FD. Sementara EZ menyebut sikapnya jadi terkesan bossy. “Tapi kalau keluarga atau pacar, mereka memaklumi karena sudah paham,” ucap EZ yang menyebut bahwa orang-orang terdekatnya itu juga yang sering menasehatinya soal masalah ini.
Lihat Juga :