Cara Sehat Naik Ojol Selama Pandemi
Senin, 15 Juni 2020 - 16:31 WIB
loading...
Penerapan protokol kesehatan pada ojol dengan memakai masker, sering cuci tangan, dan menggunakan helm milik sendiri yang mempunyai penutup di bagian wajah. Foto Ilustrasi/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pengguna sepeda motor, khususnya ojek online (ojol), sudah diperbolehkan beroperasi mengangkut penumpang di masa pandemi COVID-19. Namun, pengguna tetap menerapkan protokol kesehatan , serta mengacu pada Peraturan Kementerian Perhubungan Nomor 41 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam Rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19.
Ketua Junior Doctors Network Indonesia Andi Khomaini mengamini hal tersebut. Selain menjalankan protokol kesehatan, kata Andi, para supir ojol juga harus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat pada masa pandemi COVID-19. Hal ini merupakan panduan penting bagi pengemudi dan penumpang agar tidak menularkan ataupun tertularkan. (Baca Juga: Gojek Bantu Kembangkan 100.000 UMKM di Tengah Pandemi)
"Kalau penumpang dan pengemudi ojek masing-masing menerapkan protokol kesehatan, maka tidak akan ada yang tertular dan menularkan," ujar Andi dalam dialog di Media Center Gugus Tugas Nasional, Graha BNPB, Jakarta, belum lama ini.
Andi mengingatkan, dalam masa adaptasi kebiasaan baru, bagi para penumpang dan pengemudi diharapkan untuk selalu menggunakan masker, cuci tangan, serta menggunakan helm sendiri. Pastikan helm memiliki penutup di bagian wajah.
"Penerapan protokol kesehatan pada ojol dengan memakai masker, sering cuci tangan, dan menggunakan helm milik sendiri yang mempunyai penutup di bagian wajah. Hal ini tentu meminimalisir penularan COVID," kata Andi yang merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam.
Sementara itu, Adilla Lestari, seorang pengemudi ojol, menyatakan bahwa sejak diperbolehkan beroperasi kembali, ia dan rekan-rekannya telah menerapkan protokol kesehatan.
"Pengemudi dibekali hand sanitizer dan masker. Jika ada penumpang yang tidak membawa masker, kami akan memberikan masker untuk penumpang. Selain itu helm yang digunakan yang memiliki penutup di bagian wajah," tandas Adilla.
Adilla menambahkan, operator ojol juga memberikan partisi yang dipasang di antara pengemudi dan penumpang agar menghindari penularan COVID-19 . (Baca Juga: Cegah COVID-19, Layanan Pesan-Antar Online Wajib Terapkan Upaya Sanitasi )
"Kami diberikan partisi yang dipasang di punggung pengemudi sebagai pembatas. Selain itu, motor disemprotkan disinfektan secara rutin dan pembayaran lebih banyak menggunakan uang elektronik daripada tunai," tutup Adilla.
Ketua Junior Doctors Network Indonesia Andi Khomaini mengamini hal tersebut. Selain menjalankan protokol kesehatan, kata Andi, para supir ojol juga harus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat pada masa pandemi COVID-19. Hal ini merupakan panduan penting bagi pengemudi dan penumpang agar tidak menularkan ataupun tertularkan. (Baca Juga: Gojek Bantu Kembangkan 100.000 UMKM di Tengah Pandemi)
"Kalau penumpang dan pengemudi ojek masing-masing menerapkan protokol kesehatan, maka tidak akan ada yang tertular dan menularkan," ujar Andi dalam dialog di Media Center Gugus Tugas Nasional, Graha BNPB, Jakarta, belum lama ini.
Andi mengingatkan, dalam masa adaptasi kebiasaan baru, bagi para penumpang dan pengemudi diharapkan untuk selalu menggunakan masker, cuci tangan, serta menggunakan helm sendiri. Pastikan helm memiliki penutup di bagian wajah.
"Penerapan protokol kesehatan pada ojol dengan memakai masker, sering cuci tangan, dan menggunakan helm milik sendiri yang mempunyai penutup di bagian wajah. Hal ini tentu meminimalisir penularan COVID," kata Andi yang merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam.
Sementara itu, Adilla Lestari, seorang pengemudi ojol, menyatakan bahwa sejak diperbolehkan beroperasi kembali, ia dan rekan-rekannya telah menerapkan protokol kesehatan.
"Pengemudi dibekali hand sanitizer dan masker. Jika ada penumpang yang tidak membawa masker, kami akan memberikan masker untuk penumpang. Selain itu helm yang digunakan yang memiliki penutup di bagian wajah," tandas Adilla.
Adilla menambahkan, operator ojol juga memberikan partisi yang dipasang di antara pengemudi dan penumpang agar menghindari penularan COVID-19 . (Baca Juga: Cegah COVID-19, Layanan Pesan-Antar Online Wajib Terapkan Upaya Sanitasi )
"Kami diberikan partisi yang dipasang di punggung pengemudi sebagai pembatas. Selain itu, motor disemprotkan disinfektan secara rutin dan pembayaran lebih banyak menggunakan uang elektronik daripada tunai," tutup Adilla.
(tsa)
Lihat Juga :