Dukung Industri Pariwisata Bangkit, Hayatun Tour Ramaikan Astindo Travel Fair 2022
Kamis, 03 Maret 2022 - 14:58 WIB
loading...
Dalam rangka mendukung bangkitnya industri pariwisata yang sempat merasakan dampak dari pandemi COVID-19, Hayatun Tour selaku penyedia layanan wisata halal dalam negeri dan mancanegara turut ambil bagian dalam pameran travel & Tour, Astindo Travel Fair 20
A
A
A
JAKARTA - Dalam rangka mendukung bangkitnya industri pariwisata yang sempat merasakan dampak dari pandemi COVID-19, Hayatun Tour selaku penyedia layanan wisata halal dalam negeri dan mancanegara turut ambil bagian dalam pameran travel & Tour, Astindo Travel Fair 2022 yang digelar secara hybrid pada tanggal 3-6 Maret 2022 di Main Atrium PIK Avenue, Jakarta Utara.
Pandemi COVID-19 yang turut melanda di Indonesia sempat menghantam beberapa sektor industri. Salah satu industri yang merasakan betul dampaknya adalah pariwisata. Hal ini pun diakui oleh Diana Sofhya selaku Direktur Utama Hayatun Tour. Menurutnya bisnis travel yang dijalankan perusahaannya memang sempat merasakan masa sulit ketika pandemi COVID-19 melanda ke berbagai negara di seluruh dunia.
![Dukung Industri Pariwisata Bangkit, Hayatun Tour Ramaikan Astindo Travel Fair 2022]()
"Bisnis travel menjadi bisnis yang paling terpuruk saat pandemi. Semua border ditutup, banyak program yang tidak jalan. Tidak ada pemasukan untuk operasional kantor. Namun selama pandemi, kami tetap melakukan pembenahan dengan mengevaluasi program dan tetap melakukan surveillance sertifikasi Biro Perjalanan Wisata dan ISO 9001 2015," ujar Diana.
Guna menyiasati minimnya pemasukan dari bisnis travel selama pandemi, Hayatun Tour pun berinisiatif melakukan diversifikasi usaha di bidang peternakan. Menurut Komisaris Hayatun Tour, Ade Nursamsu, kebetulan diversifikasi usaha peternakan yang dikelola merupakan peternakan mandiri. "Hasil perternakan ini kemudian diolah sendiri menjadi frozen food. Pada diversifikasi usaha tersebut, kami memberdayakan staff dari usaha travel untuk berjualan frozen food," kata Ade.
Baca Juga: 10 Tips Solo Traveling Anti Ribet Bagi Pemula, Nomor Terakhir Tak Boleh Diabaikan
">Pandemi COVID-19 yang turut melanda di Indonesia sempat menghantam beberapa sektor industri. Salah satu industri yang merasakan betul dampaknya adalah pariwisata. Hal ini pun diakui oleh Diana Sofhya selaku Direktur Utama Hayatun Tour. Menurutnya bisnis travel yang dijalankan perusahaannya memang sempat merasakan masa sulit ketika pandemi COVID-19 melanda ke berbagai negara di seluruh dunia.

"Bisnis travel menjadi bisnis yang paling terpuruk saat pandemi. Semua border ditutup, banyak program yang tidak jalan. Tidak ada pemasukan untuk operasional kantor. Namun selama pandemi, kami tetap melakukan pembenahan dengan mengevaluasi program dan tetap melakukan surveillance sertifikasi Biro Perjalanan Wisata dan ISO 9001 2015," ujar Diana.
Guna menyiasati minimnya pemasukan dari bisnis travel selama pandemi, Hayatun Tour pun berinisiatif melakukan diversifikasi usaha di bidang peternakan. Menurut Komisaris Hayatun Tour, Ade Nursamsu, kebetulan diversifikasi usaha peternakan yang dikelola merupakan peternakan mandiri. "Hasil perternakan ini kemudian diolah sendiri menjadi frozen food. Pada diversifikasi usaha tersebut, kami memberdayakan staff dari usaha travel untuk berjualan frozen food," kata Ade.
Baca Juga: 10 Tips Solo Traveling Anti Ribet Bagi Pemula, Nomor Terakhir Tak Boleh Diabaikan
Setelah dua tahun pandemi melanda berbagai negara termasuk Indonesia, bisnis travel kini bersiap bangkit setelah virus COVID-19 mulai bisa dikendalikan. Bangkitnya industri pariwisata ini pun juga dirasakan oleh Hayatun Tour. "Alhamdullilah sudah mulai bangkit. Umrah sudah mulai jalan. Beberapa negara sudah membuka border. Semoga pandemi COVID-19 di seluruh dunia segera berlalu, segalanya segera normal kembali dan kita bisa menikmati liburan dengan aman dan nyaman," kata Diana lagi.