Kapan Gejala Omicron Muncul Setelah Kontak dengan Pasien Covid-19? Ini Penjelasannya
Jum'at, 04 Maret 2022 - 11:26 WIB
loading...
A
A
A
"Membutuhkan lebih sedikit waktu agar seseorang dapat menularkan dan, bagi banyak orang, membutuhkan lebih sedikit waktu untuk pulih karena lebih banyak orang yang divaksinasi," kata Arwady.
Perubahan yang dipicu oleh varian telah menghasilkan panduan baru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), yang mengubah waktu isolasi dan karantina. Menurut CDC, siapa pun yang menunjukkan gejala harus menjalani tes Covid-19.
Dilansir dari CNBC, beberapa orang mungkin tidak pernah mengalami gejala, meskipun mereka masih dapat menyebarkan virus. Seseorang juga dianggap menular sebelum gejala muncul.
CDC mengungkapkan bahwa pedomannya diperbarui untuk mencerminkan semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa penularan Covid-19 sering terjadi satu hingga dua hari sebelum timbulnya gejala dan selama dua hingga tiga hari sesudahnya.
Baca Juga: Omicron Disebut-sebut Akan Jadi The Last Covid-19, Ini Penjelasan Ahli
"Ini ada hubungannya dengan data dari CDC yang benar-benar menunjukkan setelah tujuh hari hampir tidak ada risiko penularan pada saat ini," ungkap Arwady.
Perubahan yang dipicu oleh varian telah menghasilkan panduan baru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), yang mengubah waktu isolasi dan karantina. Menurut CDC, siapa pun yang menunjukkan gejala harus menjalani tes Covid-19.
Dilansir dari CNBC, beberapa orang mungkin tidak pernah mengalami gejala, meskipun mereka masih dapat menyebarkan virus. Seseorang juga dianggap menular sebelum gejala muncul.
CDC mengungkapkan bahwa pedomannya diperbarui untuk mencerminkan semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa penularan Covid-19 sering terjadi satu hingga dua hari sebelum timbulnya gejala dan selama dua hingga tiga hari sesudahnya.
Baca Juga: Omicron Disebut-sebut Akan Jadi The Last Covid-19, Ini Penjelasan Ahli
"Ini ada hubungannya dengan data dari CDC yang benar-benar menunjukkan setelah tujuh hari hampir tidak ada risiko penularan pada saat ini," ungkap Arwady.
Lihat Juga :